Jeddah, MINA — Dua jamaah haji Indonesia 2026 masih menjalani perawatan medis di Arab Saudi setelah rangkaian ibadah haji selesai. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) terus memantau kondisi keduanya yang dirawat di rumah sakit di Madinah dan Jeddah.
Pelaksana Tugas Kepala Pusat Kesehatan Haji dan Umrah Kemenhaj Dani Pramudya, pada Rabu (23/9) mengatakan, satu jamaah asal Lamongan dirawat di Khaybar General Hospital, Madinah, sedangkan satu jamaah asal Tangerang menjalani perawatan di Rumah Sakit dr Samir Abbas, Jeddah.
Jumlah tersebut menurun dari sekitar 60 jamaah yang sempat menjalani perawatan setelah pelaksanaan haji.
Dani menjelaskan, sejumlah jamaah yang membutuhkan perawatan mengalami gangguan kesehatan serius, antara lain serangan jantung, stroke berat, hipertensi, diabetes, dan infeksi paru.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Kondisi tersebut menjadi perhatian karena pelaksanaan ibadah haji membutuhkan aktivitas fisik cukup berat dan berlangsung dalam lingkungan yang berbeda dengan Indonesia.
Menghadapi penyelenggaraan haji 2027, Kemenhaj akan memperkuat perhatian terhadap istithaah kesehatan, yakni kemampuan kesehatan jamaah untuk menjalankan rangkaian ibadah haji dengan aman dan optimal. Jamaah juga diimbau menjaga kesehatan jasmani dan rohani sejak sebelum keberangkatan.
Dani mengingatkan perbedaan suhu, cuaca, aktivitas fisik, serta kepadatan jamaah di Arab Saudi dapat menjadi tantangan kesehatan. Karena itu, calon jamaah dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan atau medical check-up secara serius sejak di Tanah Air.
Menurut Kemenhaj, persiapan kesehatan yang dilakukan lebih awal diharapkan membantu jamaah memenuhi persyaratan istithaah kesehatan. Dengan kondisi fisik yang lebih siap, jamaah diharapkan dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah haji dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat. []
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic