Makkah, MINA — Pemerintah Indonesia akan memulai pembangunan 13 tower Kampung Haji Indonesia (KHI) di Makkah, Arab Saudi, pada akhir 2026 atau awal 2027. Proyek yang ditargetkan rampung pada 2029 itu disiapkan untuk memperkuat fasilitas akomodasi bagi jamaah haji dan umrah Indonesia di Tanah Suci.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal sekaligus CEO Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara), Rosan Roeslani, mengatakan pemerintah telah memiliki lahan hampir 5,4 hektare di Makkah untuk pembangunan 13 tower tersebut. Lokasinya disebut berjarak sekitar 1,5 kilometer dari Masjidil Haram.
Selain lahan, pemerintah melalui Danantara telah membeli sebuah hotel dengan kapasitas 1.461 kamar. Sebelumnya, Rosan menyebut kawasan 13 tower nantinya dapat menampung sekitar 23.000 jamaah apabila seluruh bangunan selesai. Pemerintah juga menyiapkan konektivitas menuju Masjidil Haram melalui fasilitas terowongan.
Rosan menyampaikan perkembangan tersebut saat menghadiri pelantikan pengurus Masyarakat Ekonomi Syariah Jawa Tengah periode 2026-2031 di Semarang, Jumat (2/10). Menurutnya, desain bangunan tengah dipersiapkan sebelum pekerjaan konstruksi dimulai pada akhir tahun ini atau awal 2027.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Pembangunan KHI merupakan bagian dari kebijakan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pelayanan jamaah haji dan umrah Indonesia. Instruksi Presiden Nomor 15 Tahun 2025 mengamanatkan percepatan pembangunan fasilitas akomodasi, infrastruktur, dan sarana pendukung KHI di Makkah.
Pemerintah sebelumnya juga menyebut pembangunan KHI tidak semata mengandalkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara. Dalam Inpres 15/2025, sumber pendanaan dapat berasal dari Danantara, Badan Pengelola Keuangan Haji, kemitraan dengan pihak dalam dan luar negeri, APBN, maupun sumber lain yang sah. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
















Mina Indonesia
Mina Arabic