Tel Aviv, MINA – Kepercayaan publik Israel terhadap efektivitas perang melawan Iran dilaporkan terus menurun, berdasarkan hasil survei terbaru lembaga kajian keamanan Israel, Institute for National Security Studies (INSS).
Penurunan ini mencerminkan meningkatnya keraguan masyarakat terhadap capaian militer dalam konflik yang sedang berlangsung. Media Yedioth Ahronoth melaporkan, Sabtu (4/4).
Survei tersebut menunjukkan, pada awal perang sekitar 69 persen responden meyakini Iran akan mengalami kerusakan besar. Namun, angka tersebut kini turun signifikan menjadi sekitar 43,5 persen, menandakan berkurangnya optimisme publik terhadap hasil operasi militer.
Penurunan kepercayaan juga terlihat pada aspek program nuklir Iran. Jika sebelumnya 62,5 persen responden percaya program tersebut akan terdampak besar, kini hanya sekitar 48 persen yang masih memiliki pandangan serupa.
Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri
Hal yang sama terjadi pada penilaian terhadap kemampuan rudal balistik Iran yang dinilai semakin kecil dampaknya.
Selain itu, dukungan publik untuk melanjutkan perang hingga menggulingkan pemerintahan Iran juga mengalami penurunan. Dari semula sekitar 63 persen pada awal konflik, kini tinggal sekitar 45,5 persen yang masih mendukung opsi tersebut.
Kondisi ini menunjukkan adanya kelelahan publik terhadap perang yang berkepanjangan.
Di sisi lain, tingkat kepercayaan terhadap pemerintah Israel dalam menangani konflik tetap rendah, hanya sekitar 30 persen. Survei juga mencatat adanya polarisasi politik yang cukup tajam di tengah masyarakat, terutama terkait strategi menghadapi Iran dan situasi di front utara yang melibatkan Hizbullah.
Baca Juga: Dalam Sebulan, Pemukim Israel Lakukan 1.349 Serangan Terhadap Warga Palestina
Tren penurunan kepercayaan ini dapat berdampak pada kebijakan militer Israel ke depan. Di tengah eskalasi konflik regional yang melibatkan Iran, Israel, dan sekutu masing-masing. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera
















Mina Indonesia
Mina Arabic