Forum Akademisi Indonesia Tetap Fokus ke Isu-Isu Besar

Halal Bihalal Pengurus, Pembina, dan Penasehat Forum Akademisi Indonesia (FAI) di Depok Jawa Barat, Selasa(25/6).(Foto: Istimewa)

Depok, MINA – Ketua Umum Forum Akademisi Indonesia (FAI) Dr. Indra C. Uno, MBA menegaskan, organisasi yang dipimpinnya ke depan akan tetap mengangkat isu-isu besar serta bersifat strategis, berjangkauan jauh ke depan, dan menyangkut kepentingan orang banyak (publik) dengan berbasis kajian akademis.

“Seperti yang sudah dilakukan selama ini, FAI akan fokus membahas dan mencari solusi atas masalah-masalah besar yang menjadi kepentingan atau kekhawatiran publik seperti masalah korupsi, narkoba, dan pengangguran di kalangan usia muda,” katanya pada Halal Bihalal Keluarga Besar FAI di Depok, Jawa Barat, Selasa (25/6).

Acara Halal Bihalal ini antara lain dihadiri Ketua Dewan Pembina FAI Ir. Naba Aji Notoseputro dan Sekretaris Jendral Eni Heni Hermaliani, MM, M.Kom serta Penasehat FAI Dr. Ichsanuddin Noorsy (Ekonom Senior), Dr. Intan Syah Ichsan (Chief Operating and Marketing Officer PT Samuel Aset Manajemen), dan Aat Surya Safaat (Wartawan Senior).

Adapun FAI adalah wadah inspiratif yang bertujuan mensinergikan potensi para akademisi seluruh Indonesia di manapun berada serta mewujudkan visi mencerdaskan anak bangsa menuju Indonesia berprestasi. Deklarasi pembentukan forum tersebut dilakukan pada 23 Mei 2015 di kampus Bina Sarana Informatika (BSI).

Indra Uno lebih lanjut menekankan arti pentingnya pendidikan untuk menyiapkan generasi penerus dalam menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompleks di tengah masih banyaknya permasalahan-permasalahan besar seperti korupsi, narkoba dan pengangguran serta deindustrialisasi yang kian nyata.

Adapun deindustrialisasi itu sendiri ditandai dengan penurunan aktivitas industri manufaktur yang diukur dari penyerapan lapangan kerja dan penurunan unit usaha dalam jangka panjang.

Indikator lain mulai terjadinya deindustrialisasi yaitu makin besarnya industri berbasis sumber daya alam, dan sebaliknya industri yang sejatinya manufaktur justru menjadi makin mengecil.

Dalam kaitan ini, Ketua Umum FAI mengemukakan dukungannya terhadap langkah Universitas BSI yang menyiapkan generasi muda kreatif dengan konsep pendidikan yang sejatinya menerapkan sistem kurikulum berbasis kompetensi serta “link and match” (tersambung dan sesuai) dengan dunia usaha (dunia industri).

“Upaya yang dilakukan BSI selama ini terbukti mampu menghasilkan sumber daya manusia yang terampil dan profesional sesuai kebutuhan di dunia kerja saat ini,” kata Indra Uno.

Terkait Indra Uno, akademisi yang juga pengusaha itu sebelum meraih gelar Doktor dari Universitas Indonesia, dia meraih gelar Master of Business Administration dari University of Southern California, Master of Science di Aerospace Engineering dari University of Michigan, dan Bachelor of Science bidang Aerospace Engineering dari The Wichita State University. (L/R01/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)