Teheran, MINA – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menegaskan akan meningkatkan upaya untuk menargetkan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran, Israel, dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resminya, IRGC menyebut akan terus memburu Netanyahu dan tidak menghentikan upaya tersebut selama ia masih hidup. Pernyataan keras itu disampaikan di tengah gelombang serangan militer yang saling dilancarkan oleh kedua pihak dalam beberapa pekan terakhir. Press TV melaporkan, Senin (16/3).
IRGC bahkan menyebut Netanyahu sebagai “pembunuh anak-anak” dan menyatakan akan mengerahkan seluruh kemampuan untuk mengejar dan menargetkannya. Ancaman tersebut muncul setelah Israel dan sekutunya melancarkan operasi militer besar terhadap Iran yang memicu serangan balasan berupa rudal dan drone dari Teheran ke berbagai target di kawasan.
Ketegangan regional meningkat sejak akhir Februari ketika serangan udara besar menargetkan sejumlah fasilitas dan pejabat tinggi Iran. Dalam rangkaian operasi tersebut, Pemimpin Tertinggi Iran saat itu, Ali Khamenei, dilaporkan meniggal dalam serangan yang dikaitkan dengan operasi militer Israel yang didukung Amerika Serikat.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Sejak itu, konflik Iran–Israel memasuki fase yang semakin terbuka dengan serangan rudal, drone, serta operasi militer di berbagai wilayah Timur Tengah. IRGC menyatakan akan terus melancarkan operasi balasan terhadap target Israel dan sekutunya sebagai respons atas serangan yang menewaskan sejumlah pejabat dan merusak fasilitas strategis Iran.
Ancaman IRGC terhadap Netanyahu mencerminkan meningkatnya tensi geopolitik di kawasan dan berpotensi memperluas konflik jika tidak segera diredam melalui jalur diplomasi internasional.
Hingga kini, berbagai negara dan organisasi internasional terus menyerukan deeskalasi guna mencegah konflik Iran–Israel berkembang menjadi perang regional yang lebih luas. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
















Mina Indonesia
Mina Arabic