Grand Launching Perguruan Water Dragon Wushu

(Foto: Rana/MINA)

Jakarta, MINA – Perguruan Water Dragon Wushu menggelar grand launching program pelatihan wushu di Tamini Square Jakarta Timur, pada Ahad (15/12).

Acara Grand Launching Perguran Water Dragon Wushu ini ditandai dengan pemukulan Gong oleh Manajer Operasional Water Dragon Wushu Dio Alief Aryana, Ketua Himpunan Masyarakat Anti Narkoba Republik Indonesia (HIMABA RI) Windu Priyo Wibowo, Ketua Yayasan Al-Marjan Ustaz Zaeni Mustafa, perwakilan manajemen Mall Tamini Square, dan perwakilan manajemen Petak Petok Fried Chicken.

Manajer Operasional Water Dragon Wushu selaku ketua pelaksana, Dio Alief Aryana mengatakan, acara ini digelar dalam rangka meningkatkan olah raga dan prestasi, khususnya bagi siswa-siswi sekolah, perguruan tersebut menghadirkan “Program Pelatihan Wushu Sekolah.”

Menurutnya, Wushu saat ini telah menjadi salah satu olahraga prioritas di Indonesia. Hal ini dikarenakan para atlet Wushu telah berjasa mengharumkan nama bangsa dan negara di kancah internasional.

“Pembinaan atlet sedini mungkin harus terus dilakukan supaya dapat menjalankan regenerasi, dan mencari bibit-bibit atlet yang mengharumkan Indonesia di kancah internasional,” kata Dio.

Dio mengatakan, melalui program yang dihadirkan perguruan tersebut bertujuan menjadikan Wushu sebagai media bagi para murid untuk meningkatkan potensi yang ada pada dirinya.

“Kami mengharapkan dengan berlatih Wushu siswa dapat lebih berprestasi lebih baik lagi, baik prestasi di sekolah maupun bidan olahraga. Kami juga menekankan materi akhlakul karimah sebagi fondasi dasar pelatihan Wushu di perguruan kami,” tambahnya.

Perguruan Water Dragon Wushu yang telah berdiri sejak 2012 lalu kini sudah memiliki empat sasana tempat pelatihan yakni Gedung Wisma Penta Jakarta Pusat, Cilandak Sport Centre Jakarta Selatan, dan Mall Tamini Square Jakarta Timur, dan Sanggar Putri Ayu Depok.

Sasana yang memiliki kapasitas latihan 50 murid ini senantiasa penuh oleh murid-murid berusia muda yang gemar dengan olahraga beladiri.

Dio juga menjelaskan, Water Dragon Wushu memiliki empat program latihan yang bisa diikuti berbagai kalangan dari umur 6 tahun ke atas. Setiap kelas diawasi oleh pengajar-pengajar yang berpengalaman dan semuanya Muslim yang taat.

“Kami ingin menunjukkan bahwa Indonesia sebagai negara populasi Muslim terbesar di dunia dapat berprestasi di bidang bela diri dari Cina daratan ini,” imbuhnya.

Ketua Yayasan Al Marjan Ustaz Zaeni Mustofa mengapresiasi kehadiran perguruan Water Dragon Wushu sebagai wadah untuk mengembangkan minat dan bakat siswa.

Dia menilai anak cerdas itu bukan hanya bagus dalam perolehan nilai akademik saja. Anak yang gemar olahraga pun, misalnya bisa cerdas.

“Al Marjan yang menerapkan prinsip pendidikan berbasis fitrah dan minat tentunya sangat senang dengan hadirnya Perguruan Water Dragon Wushu dan program pelatihan untuk sekolah,” kata Zaini.

(Foto: Istimewa)

Sementara Ketua Yayasan Water Dragon Wushu, Sifu (Guru) Ihromi Al Aziz, menjelaskan bahwa Wushu sendiri adalah seni bela diri berasal dari Cina daratan yang lebih dikenal dengan sebutan kungfu.

Bela diri yang terbentuk dari kebudayaan kuno Asia itu telah mendapat perhatian banyak orang dari berbagai negara dikarenakan keunikan dan kharismanya.

“Pengertian Wu dan Shu itu sendiri jika diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia memiliki arti seni dan perang. Dalam Wushu kegiatan yang dilakukan adalah melatih kemampuan fisik yang meliputi koordinasi sempurna. Manfaat belajar Wushu tentu saja dapat melatih kelincahan, kelenturan dan melatih fokus,” ujarnya.

Ada dua jenis Wushu yaitu Taolu dan Sanda. Taolu lebih ditekankan pada seni keindahan dan Sanda yaitu lebih kepada beladiri kontak langsung.

Azis mengatakan, selain untuk bela diri dan prestasi, Wushu juga dapat digunakan sebagai hiburan (entertainment). “Perguruan kami selalu mengikutsertakan anggotanya pada kegiatan operet, atraksi, iklan dan lain sebagainya,” tambahnya.

Rangkaian grand launching terdiri dari penampilan atlet dan murid Perguruan Water Dragon Wushu, choaching clinic oleh sifu (guru) Wushu, dan sosialisasi P4GN (Pencegahan,Pemberantasan, Penyalahgunaan Peredaran
Gelap Narkoba).

Dio Alief Aryana menyatakan, Water Dragon Wushu menjadi perguruan yang komitmen untuk terus mengajak masyarakat hidup sehat dengan berolahraga dan juga mengampanyekan gerakan anti Narkoba bersama HIMABA-RI.

Acara yang dihadiri perwakilan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, tokoh masyarakat, dan anggota Water Dragon Wushu ini juga dimeriahkan dengan penampilan Tari Saman dari Yayasan Al Marjan Pondok Gede Bekasi dan pertunjukan Barongsai Kids.(L/R01/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)