Gaza, MINA – Kantor resmi stasiun televisi Palestina di Gaza diserang dan digeledah pada Jumat (4/1), menambah ketegangan antara Otoritas Palestina dan gerakan Islam Hamas yang memerintah wilayah tersebut.
Rafat Al-Qidra, direktur kantor berita itu, mengatakan lima pria mendobrak masuk pada Jumat pagi dan menghancurkan kamera dan peralatan untuk penyuntingan dan penyiaran bernilai hampir US$150.000.
“Siapa pun yang memerintah di Gaza harus memberi perlindungan kepada semua orang di sini,” kata Qidra seperti dilansir Ahram Online yang dikutip MINA, Sabtu.
Stasiun itu menyiarkan materi yang mendukung Otoritas Presiden Mahmoud Abbas, yang basis kekuasaannya terletak di Tepi Barat. Pejabat stasiun segera menyalahkan Hamas atas serangan itu.
Baca Juga: Dokter Bedah AS: Pasien Palestina di Gaza Meninggal karena Kurang Pasokan Medis
“Hamas sangat terlibat dalam konspirasi ini,” kata Ahmed Assaf, pemimpin Perusahaan Penyiaran Palestina (PBC), berbicara kepada saluran di kota Ramallah, Tepi Barat.
PBC mengeluarkan pernyataan yang mengatakan serangan itu adalah “refleksi yang jelas dari mentalitas gerakan Hamas dan kelompok yang hanya percaya pada suara mereka, dan yang berusaha untuk menekan kebebasan”.
Baik Assaf maupun PBC tidak memberikan bukti atas tuduhan mereka, dan para pejabat Hamas dengan cepat mengutuk insiden itu.
“Apa yang terjadi ditolak, dan kami mengutuknya,” Eyad Al-Bozom mengatakan dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kementerian Dalam Negeri yang dikelola Hamas di Gaza. Dia mendesak pejabat stasiun untuk bekerja sama dengan simpatisan.
Baca Juga: Israel Bombardir Gaza Saat Idul Fitri, 32 Orang Syahid Termasuk Anak-anak
Kedua rival telah gagal mengakhiri perselisihan sejak 2007.
Stasiun TV itu dapat melanjutkan siaran dari Gaza di kemudian hari. Seranga itu secara luas dikutuk oleh faksi-faksi politik Palestina lainnya dan oleh para jurnalis. (T/R11/RS3)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Hari Tanah: Rakyat Palestina Tegaskan Hubungannya dengan Tanah Airnya