Beirut, MINA – Organisasi perlawanan rakyat Lebanon selatan, Hezbollah secara tegas menyatakan kesiapan menghadapi pertempuran yang mereka sebut “Karbala” jika Israel melancarkan serangan darat ke wilayah Lebanon.
Pernyataan ini disampaikan oleh seorang petinggi Hizbullah kepada media Al Jazeera, Sabtu (15/3), di tengah meningkatnya ketegangan antara kelompok bersenjata tersebut dan militer Israel.
Pernyataan kesiapan pertempuran oleh Hizbullah ini muncul di tengah konflik besar yang tengah berlangsung antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel yang telah meluas ke sejumlah front regional.
Intensitas serangan lintas batas dan perlawanan dari berbagai kelompok militan membuat wilayah perbatasan utara Israel–Lebanon semakin rawan.
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
“Hizbullah siap menghadapi musuh hingga titik darah penghabisan,” kata petinggi organisasi tersebut mengisyaratkan kesiapan untuk perang skala besar yang disebut “Karbala”.
Istilah ini bagi mereka menggambarkan komitmen penuh mereka dalam menghadapi lawan, serupa dengan semangat pertempuran bersejarah dalam tradisi Syiah.
Selama beberapa hari terakhir, konflik antara Hizbullah dan pasukan Israel semakin intensif. Kelompok tersebut telah melancarkan ratusan serangan roket dan drone ke bagian utara Israel. Serangan balasan dari Tel Aviv juga meluas hingga ke wilayah Lebanon selatan serta kota-kota strategis lainnya.
Situasi semakin kompleks dengan keputusan pemerintah Lebanon beberapa waktu lalu yang menyatakan operasi militer Hizbullah di luar kendali negara sebagai ilegal. Tindakan ini mencerminkan ketegangan internal yang semakin tinggi, karena Hizbullah tetap melanjutkan aktivitas militernya meskipun ditekan secara hukum.
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
Pernyataan kesiapan “Perang Karbala” tersebut merupakan indikasi bahwa konflik yang awalnya berskala terbatas berpotensi berubah menjadi perang darat yang lebih luas, khususnya jika kedua belah pihak gagal menemukan jalur diplomasi dalam waktu dekat.
Keterlibatan aktor regional seperti Iran juga diperkirakan dapat memperpanjang durasi dan skala konflik ini. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic