New York, MINA — Dana Anak-anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) melaporkan lebih dari 2.100 anak tewas dan terluka dalam konflik Timur Tengah antara Amerika-Israel vs Iran, yang terus meningkat dalam beberapa pekan terakhir.
Data UNICEF menyebutkan, jumlah anak tewas dan terluka di konflik Timur Tengah tersebut terjadi dalam kurun sekitar 23 hari sejak eskalasi perang, dengan rata-rata 87 anak tewas atau terluka setiap hari. Middle East Monitor melaporkan, Selasa (24/3).
Pejabat UNICEF Ted Chaiban mengatakan, anak-anak di kawasan Timur Tengah kini “membayar harga yang sangat mahal” akibat konflik bersenjata yang meluas.
“Lebih dari 2.100 anak tewas dan terluka, dan angka ini diperkirakan akan terus meningkat seiring berlanjutnya kekerasan,” kata Chaiban dalam keterangannya.
Baca Juga: Arab Saudi Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan dengan AS di Tengah Serangan Houthi
Rincian korban menunjukkan bahwa sedikitnya 206 anak tewas di Iran, 118 anak tewas di Lebanon, Kuwait, serta korban juga tercatat di wilayah jajahan Israel.
UNICEF menegaskan, konflik Timur Tengah tidak hanya menyebabkan anak tewas dan terluka, tetapi juga memicu krisis kemanusiaan yang lebih luas, termasuk pengungsian massal dan kerusakan infrastruktur vital.
Di Iran, diperkirakan hingga 3,2 juta orang mengungsi, termasuk ratusan ribu anak, sementara di Lebanon lebih dari 1 juta orang mengungsi dengan sekitar 370.000 di antaranya adalah anak-anak.
Selain itu, ratusan sekolah dan fasilitas kesehatan dilaporkan rusak atau dialihfungsikan menjadi tempat pengungsian, sehingga mengganggu pendidikan dan layanan dasar bagi anak-anak.
Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan
UNICEF memperingatkan, jutaan anak di Timur Tengah berada dalam kondisi rentan karena konflik berkepanjangan, bahkan sebelum eskalasi terbaru terjadi.
“Sekitar 44,8 juta anak sudah hidup di wilayah terdampak konflik sebelum situasi ini memburuk,” kata Chaiban.
UNICEF pun mendesak semua pihak untuk segera menghentikan konflik, melindungi warga sipil, serta memastikan akses bantuan kemanusiaan bagi anak-anak yang terdampak.[]
Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic