Tel Aviv, MINA – Militer Israel mengakui mengalami kesulitan dalam mendeteksi dan mencegat drone canggih milik kelompok Hezbollah Lebanon yang terus digunakan dalam operasi lintas perbatasan.
Pengakuan itu muncul di tengah meningkatnya intensitas serangan udara dan perang teknologi antara kedua pihak dalam beberapa bulan terakhir. Al-Mayadeen melaporkan, Senin (11/5).
Media Israel melaporkan sistem pertahanan udara Negeri Zionis belum sepenuhnya mampu mengatasi drone berteknologi rendah radar dan berkecepatan tinggi yang digunakan Hezbollah.
Beberapa drone bahkan disebut berhasil menembus sistem pengawasan Israel dan mencapai target militer strategis di wilayah utara Palestina yang diduduki.
Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu
Perkembangan kemampuan drone Hezbollah menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam strategi perang asimetris di kawasan Timur Tengah. Kelompok perlawanan Lebanon itu disebut semakin mengandalkan pesawat nirawak untuk misi pengintaian, pengumpulan intelijen, hingga serangan presisi terhadap fasilitas militer Israel.
Sejak pecahnya agresi Israel ke Gaza pada Oktober 2023, front perbatasan Lebanon-Israel turut memanas. Hezbollah secara rutin meluncurkan roket dan drone sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan rakyat Palestina di Gaza.
Sebaliknya, Israel terus menggempur wilayah Lebanon selatan melalui serangan udara dan artileri yang menewaskan ratusan orang, termasuk warga sipil dan pejuang Hezbollah.
Kekhawatiran Israel semakin meningkat karena drone dinilai lebih sulit dideteksi dibanding rudal konvensional. Selain biaya operasional yang relatif murah, penggunaan drone juga dapat menguras sistem pertahanan udara Israel yang selama ini mengandalkan Iron Dome dan sistem intersepsi berlapis lainnya.
Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri
Di sisi lain, meningkatnya kemampuan kelompok-kelompok perlawanan di kawasan, termasuk Hezbollah, Hamas, dan faksi lain yang didukung Iran menunjukkan perubahan pola konflik modern di Timur Tengah.
Teknologi drone yang semakin murah dan mudah dimodifikasi membuat kelompok non-negara mampu memberikan tekanan militer signifikan terhadap negara dengan teknologi pertahanan canggih sekalipun. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Dalam Sebulan, Pemukim Israel Lakukan 1.349 Serangan Terhadap Warga Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic