Jakarta, MINA – Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyampaikan data terbaru mengenai hilangnya area tutupan hutan di Aceh, Sumatera Utara (Sumut), dan Sumatera Barat (Sumbar), tiga wilayah yang saat ini tengah menghadapi banjir dan longsor besar akibat anomali siklon tropis. Kerusakan lingkungan tersebut disebut menjadi salah satu faktor yang memperparah bencana yang melanda sejumlah daerah di Sumatera.
Dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR di kompleks parlemen, Rabu (3/12), Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa bencana di Sumatera tidak hanya dipicu oleh kondisi cuaca ekstrem, tetapi juga oleh kerusakan bentang alam yang sudah berlangsung lama.
“Maka kemudian ini harus membangkitkan kita semua mengambil alih, pemerintah harus hadir untuk bersama merumuskan langkah-langkah operasional,” ujar Hanif.
Menurutnya, hilangnya tutupan hutan membuat kawasan hulu sungai semakin rentan tidak mampu menahan intensitas curah hujan tinggi yang dipicu anomali siklon tropis. Aliran permukaan meningkat tajam sehingga memicu banjir bandang dan longsor di sejumlah titik pemukiman dan lahan produktif masyarakat.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Hanif menambahkan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah perlu segera memperkuat langkah mitigasi, termasuk pemulihan kawasan hutan kritis, penataan ulang area rawan bencana, serta peningkatan sistem peringatan dini di daerah-daerah yang memiliki kontur tanah labil.
KLH juga menilai bahwa pengelolaan lingkungan yang lebih tegas, termasuk pengawasan terhadap alih fungsi lahan dan aktivitas pembalakan liar, harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Bencana banjir dan longsor yang menerjang Aceh, Sumut, dan Sumbar dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan ribuan warga terdampak dan kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah. Pemerintah diminta segera mempercepat langkah pemulihan serta memastikan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
















Mina Indonesia
Mina Arabic