Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Banjir Rendam Ribuan Rumah di Aceh, Akses Jalan Nasional Terganggu

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:44 WIB

Kamis, 29 Oktober 2026 - 20:44 WIB

19 Views ㅤ

Banda Aceh, MINA – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Provinsi Aceh hingga Kamis (29/10) berdampak pada ribuan kepala keluarga, merendam rumah dan fasilitas umum, serta mengganggu akses transportasi di beberapa daerah.

Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) melaporkan, banjir terjadi di Kota Subulussalam, Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tenggara, dan Aceh Selatan.

Hujan berintensitas tinggi menyebabkan sungai meluap dan tanggul rusak, sementara pendataan dampak serta penanganan di sejumlah lokasi masih berlangsung.

Di Kota Subulussalam, banjir yang berlangsung sejak Sabtu (24/10) merendam 2.013 unit rumah di Kecamatan Sultan Daulat dan Rundeng.

Baca Juga: Tiga Kabupaten Aceh Hadapi Ancaman Hujan Tinggi hingga 10 November

BPBA mencatat sebanyak 1.985 kepala keluarga terdampak, dengan tiga kepala keluarga mengungsi di Desa Sibuasan. Hingga laporan Kamis pagi, air di sejumlah kawasan belum surut.

Banjir tersebut dipicu meluapnya Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit setelah hujan deras mengguyur wilayah setempat.

Selain permukiman, genangan turut merendam jalan desa, lahan pertanian dan perkebunan, sekolah, serta tempat ibadah.

Tim Reaksi Cepat BPBD Kota Subulussalam dikerahkan untuk melakukan pendataan dan memantau kondisi di lapangan.

Baca Juga: Banjir Aceh Meluas, Belasan Desa Terendam dan Warga Mengungsi

Sementara itu, banjir di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, terjadi Rabu (28/10) sore setelah tanggul sungai jebol.

Air setinggi lutut orang dewasa menggenangi permukiman warga dan berdampak pada sekitar 75 kepala keluarga.

BPBA melaporkan kondisi air mulai berangsur surut pada Kamis, sedangkan pendataan dampak masih dilakukan.

Di Kabupaten Aceh Tenggara, banjir juga mengganggu jalur nasional yang menghubungkan Kutacane dengan Medan.

Baca Juga: Harga Emas Hari Ini Naik Tipis, Senin 2 November 2026

Luapan Sungai Lawe Kinga di Desa Kuning I, Kecamatan Bambel, menyebabkan kerusakan di sekitar jembatan dan membuat kendaraan logistik tertahan.

Petugas gabungan bersama instansi terkait mengerahkan alat berat untuk membersihkan material yang menyumbat aliran sungai dan mendukung penanganan akses jalan.

Pemerintah daerah melalui BPBA dan BPBD terus melakukan pemantauan serta pendataan warga dan kerusakan akibat banjir.

Masyarakat di wilayah terdampak diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan, terutama ketika hujan deras kembali turun dan debit sungai meningkat. []

Baca Juga: Hujan Berpotensi Meluas di Sumatra, Warga Diminta Waspada

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda