Ikatan Alumni Jerman Lantik Pengurus Baru Periode 2020-2023

(Foto: Istimewa)

Jakarta, MINA – Ikatan Alumni Jerman (IAJ) mengukuhkan dan melantik Badan Pengurus Harian (BPH) periode 2020-2023, sebagai Ketua Umum terpilih Bimo Joga Sasongko BSAE, MSEIE, MBA.

Pelantikan bertempat di Sekretariat Pusat IAJ, Rumah Eropa Jakarta Pusat, demikian keterangan pers yang diterima MINA, Kamis (21/1).

Pengukuhan dan pelantikan dipimpin langsung oleh Ketua Umum Bimo Sasongko di hadapan 17 Anggota BPH terpilih yang telah tercantum dalam Surat Keputusan Ketua Umum IAJ no 001/KEP/KETUM/I/2021 tentang pengangkatan Badan Pengurus Harian IAJ periode 2020 – 2023.

Setelah dinyatakan sah dan resmi, acara kemudian dilanjutkan dengan Ikrar Badan Pengurus Harian IAJ Pusat periode 2020-2023 dan selanjutnya dibagikan Surat Keputusan kepada para personil Badan Pengurus Harian IAJ tersebut.

Kemudian diadakan penandatanganan Berita Acara Pelantikan oleh para personil Badan Pengurus Harian IAJ Pusat yang disaksikan oleh Ketua Umum, serta dilanjutkan penyerahan Pataka dari Ketua Dewan Penasehat IAJ 2020-2023 sekaligus Ketua Umum IAJ 2017-2020 Dipl. Ing. Komang Wirawan kepada Ketua Umum IAJ baru.

Ikatan Alumni Jerman (IAJ) merupakan sebuah organisasi yang didirikan untuk meningkatkan peran dan memperluas jaringan serta kompetensi alumni Jerman, sekaligus wahana bagi para alumni Jerman untuk dapat memberikan kontribusi bagi pembangunan bangsa. IAJ didirikan tepat pada Hari Pahlawan, 10 November 2017.

Visi IAJ adalah mengoptimalkan dan mendorong kekuatan alumni Jerman supaya lebih eksis, kredibel dan dipercaya oleh berbagai kepentingan di tanah air. Misi jangka pendek IAJ adalah menjalin sinergi antar alumni, disertai dengan mempromosikan dan menyuarakan portofolio kompetensi dan keahlian para alumni melalui berbagai platform dan media.

IAJ akan selalu berperan aktif sebagai think-tank bangsa terkait dengan strategi, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan nasional. Serta memiliki misi khusus untuk ikut serta mendorong dan meningkatkan jumlah mahasiswa asal Indonesia untuk belajar di negara Jerman hingga 10 ribu orang selama lima tahun mendatang.

Selain itu, misi khusus IAJ lainnya adalah untuk mendorong peningkatan jumlah pekerja asal Indonesia yang bekerja untuk perusahaan Jerman, baik di Indonesia maupun di Jerman. Dengan sistem pengembangan profesi dan ketenagakerjaan di Jerman sangat tepat bagi Indonesia dalam menghadapi datangnya bonus demografi.

Bahkan, IAJ terus berusaha melakukan kajian dan mengembangkan forum Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) dalam bentuk pemikiran dan gagasan terkait dengan penguatan hubungan antara Indonesia dan Jerman, yang akan sangat berguna untuk menunjang pembangunan Indonesia saat ini.

Para Pengurus dan Anggota Ikatan Alumni Jerman siap untuk bersinergi membangun Bangsa, serta membentuk jejaring di level Nasional maupun Internasional demi kepentingan Bangsa Indonesia. (R/R11/R1)

Mi’raj News Agency (MINA)