Imaamul Muslimin: 9 Ciri Manusia Berilmu Menurut QS. Ar-ra’d 19-24

Imam-Yakhsya

Bandar Lampung, MINA – Ada 9 ciri orang berilmu menurut QS. Ar-Ra’du ayat 19-24. Demikian dipaparkan Imaamul Muslimin Yakhsyallah Mansur pada taklim di Bukit Rejo, Pesawaran, Lampung, Rabu, (7/11) malam.

Ciri pertama menurutnya, adalah orang yang menepati janjinya kepada Allah.

“Dalam QS. Al-a’rof, Alastu birobbikum qalu balaa syahidna. Salah satu janji kita mengakui Rabb sebagai Tuhan, tapi setelah lahir ternyata banyak yang tidak mengakui,” katanya.

Ciri kedua, yaitu tidak merusak janji kepada manusia. “Sekolah itu janji, guru janji ngajar anak murid janji datang belajar. Jual beli juga janji, orang berilmu mesti menepati, jangan sampai barang sudah diserahkan uangnya tidak diberikan,” katanya.

Lebih lanjut Yakhsyallah menegaskan diantara  janji itu adalah termasuk Mitsaqon Gholizo, janji berat, janji suami istri dalam ikatan pernikahan.

Adapun ciri ketiga yakni orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan.

“Terutama menyambung silaturahmi/persaudaraan dengan saudara yang ada hubungan darah dan silaturahim/kasih sayang sesama muslim karena sesama muslim itu bersaudara.

Yakhsyallah juga mengingatkan agar umat Islam tidak putus silaturahim hanya karena beda pilihan dalam Pemilihan Umum.

“Masa saat ini kalau tidak bisa menyambung, hanya gara gara pil pil dan pil putus silaturahim. Jangan sampai karena beda pilihan kemudian putus. Kalau terjadi NKRI ini akan pecah. Itu yang diinginkan musuh Islam. Kalau sampai gara gara pilpres hubungan persaudaraan putus, rugi kita,” tegasnya.

Kemudian, Yakhsyallah melanjutkan ciri keempat yakni mereka takut kepada Tuhannya dan ciri kelima yakni takut kepada hisab yang buruk.

“Maka selalulah kita berusaha bagaimana hisab kita baik. Semua akan dihisab. Tidak ada satupun yang lolos dari perhitungan Allah dan jangan merasa sudah bagus, semua akan ditanya, shalat, zakat, puasa ada nilainya dihadapan Allah,” ujarnya.

Ciri berikutnya yang keenam yakni orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya.

“Ada sabar karena Allah, ada karena terpaksa. Sholat lama karena Allah akan terasa sebentar, kalau ngk sabar, sholat sebentar terasa lama,” ujarnya.

Ciri ketujuh yaitu mendirikan shalat. “Aqoma artinya menancapkan sesuatu di tanah sampai dia tidak bergerak. Itulah makna menegakkan atau mendirikan sholat, maka jangan kalau lagi ada masalah saja baru mendirikan sholat,” katanya

Adapun ciri kedelapan yakni menafkahkan sebagian rezeki yang Allah berikan kepada mereka, baik secara sembunyi atau terang-terangan. “Ada yang harus terang-terangan seperti zakat, minimal amil harus tahu. kalau Infaq bisa sembunyi-sembunyi,” katanya.

Ciri yang terkahir kesembilan yakni menolak kejahatan dengan kebaikan.

Orang-orang inilah yang menurut Allah kata Yakshyallah, akan mendapat tempat kesudahan (yang baik).

(yaitu) surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu. Orang berilmu akan diberikan surga ‘and,” katanya mengutip ayat ke 23 QS. Ar-Ra’du.

Pada ayat ke 24 dikatakan (sambil mengucapkan): “Salamun ‘alaikum bima shabartum“. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu. “Maka ke sembilan ciri tadi kuncinya ada pada kesabaran,” katanya.(L/B01/P1).

 

Mi’raj News Agency (MINA).