Indonesia-Inggris Sepakat Rekatkan Kerja Sama Riset dan Inovasi

Foto: KBRI London

London, MINA – Indonesia dan Inggris (United Kingdom/UK) rekatkan kerja sama riset dan inovasi melalui penandatanganan kesepakatan pembentukan UK-Indonesia Consortium for Interdisciplinary Sciences (UKICIS) atau Konsorsium RI-Inggris untuk Lintas Disiplin Ilmu Pengetahuan.

Menteri Riset dan Teknologi Bambang Brodjonegoro menyampaikan, UKICIS merupakan terobosan baru kerja sama riset dan inovasi RI-UK yang didorong oleh para diaspora Indonesia, demikian keterangan pers Kedutaan Besar RI yang diterima MINA, Ahad (28/2).

Kerja sama tersebut diharapkan terus mendorong MoU Riset dan Inovasi RI-Inggris serta upaya memajukan program Prioritas Riset Nasional Indonesia.

Kesepakatan pembentukan UKICIS ditandatangani oleh pimpinan dari enam universitas pendiri UKICIS dari Inggris dan Indonesia yang dilakukan secara virtual, Kamis (25/2).

Pimpinan teersebut adalah Prof. Christine Ennew (Rektor University of Warwick, Inggris), Prof. Reini Wirahadikusumah (Rektor ITB), Prof. Richard Dashwood (Wakil Rektor Coventry University, Inggris), Prof. Arif Satria (Rektor, Universitas IPB), Prof. Dame Jessica Corner, Wakil Rektor, University of Nottingham, Inggris) dan Prof. Panut Mulyono (Rektor UGM).

Kerja sama yang tertuang dalam kesepakatan meliputi sumbangsih pengetahuan dari para ilmuwan bagi tantangan yang dihadapi masyarakat kedua negara, penguatan engagement dengan masyarakat melalui pendidikan, ekonomi dan sosial budaya, saling tukar kemajuan dalam ilmu pengetahuan antar kedua negara, serta meningkatkan impak riset bagi masyarakat.

Sementara itu, Menteri urusan Asia Kemlu Inggris Nigel Adams MP sepakat menggunakan momentum pembentukan UKICIS untuk lebih mempererat kerja sama riset dan inovasi demi kemajuan bersama serta mengatasi berbagai tantangan ke depan, termasuk pandemi Covid-19.

Setelah penandatanganan kesekapatan pembentukan UKICIS dilanjutkan dengan dengan diskusi para pakar mengenai upaya penguatan ketahanan kesehatan global.

Diskusi membahas pentingnya kesadaran public mengenai mutasi dan varian baru Covid-19, penguatan kebijakan track and trace untuk mencegah penyebaran varian baru dan efikasi vaccine booster melawan varian baru. (R/RE1/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)