Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inggris Gelar Pertemuan bersama 35 Negara Bahas Krisis Selat Hormuz

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 2 April 2026 - 10:28 WIB

Kamis, 2 April 2026 - 10:28 WIB

38 Views ㅤ

Perdana Menteri Inggris Keir Starmer (foto: IG)

London, MINA – Pemerintah Inggris menggelar pertemuan bersama 35 menteri luar negeri dari berbagai negara untuk membahas upaya membuka kembali Selat Hormuz yang terdampak konflik dengan Iran.

Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan kawasan yang mengancam jalur vital perdagangan energi dunia. Memo melaporkan, Kamis (2/4).

Pertemuan yang dijadwalkan berlangsung pekan ini dipimpin langsung oleh Perdana Menteri Inggris Keir Starmer bersama Menteri Luar Negeri Yvette Cooper.

Forum tersebut bertujuan merumuskan langkah diplomatik dan strategis guna memastikan kebebasan navigasi serta keamanan kapal-kapal yang melintasi jalur tersebut.

Baca Juga: AS akan Hentikan Bantuan untuk Israel Akhir Tahun Ini

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia, yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global. Namun, konflik Iran dengan Amerika Serikat dan Israel telah menyebabkan gangguan serius, termasuk penutupan sebagian jalur dan tertahannya ratusan kapal dagang di kawasan itu.

Inggris bersama negara-negara mitra berupaya membangun kesepakatan internasional untuk memulihkan stabilitas di kawasan tersebut. Selain pendekatan diplomatik, pembahasan juga mencakup kemungkinan koordinasi militer guna menjamin keamanan jalur pelayaran setelah konflik mereda.

Di sisi lain, Iran tetap mempertahankan kontrol atas Selat Hormuz sebagai bagian dari respons terhadap serangan yang dilancarkan oleh pihak Barat. Teheran bahkan memberlakukan pembatasan terhadap kapal-kapal dari negara tertentu, meskipun beberapa negara lain masih diberi akses terbatas untuk melintas.

Krisis di Selat Hormuz tidak hanya berdampak pada keamanan regional, tetapi juga memicu kekhawatiran global terkait lonjakan harga energi dan gangguan rantai pasok.

Baca Juga: Partai Demokrat Unggul Sementara dalam Pemilu Sela AS

Oleh karena itu, pertemuan yang digagas Inggris ini diharapkan menjadi langkah awal menuju solusi kolektif guna menjaga stabilitas ekonomi dunia sekaligus meredakan eskalasi konflik di Timur Tengah. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Abaikan Larangan, Ratusan Pelajar Prancis Tetap Demo di Dekat Pantheon Paris

Rekomendasi untuk Anda