Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Inggris Tidak Akan Diam Saat Israel Membunuh Anak-Anak Gaza

Ali Farkhan Tsani - Kamis, 17 September 2026 - 07:42 WIB

Kamis, 17 September 2026 - 07:42 WIB

40 Views ㅤ

Sekretaris Negara Pertama Inggris, Louise Haigh. (The SUN)

London, MINA — Inggris menyatakan tidak akan lagi tinggal diam menyaksikan anak-anak Palestina tewas di Jalur Gaza.

Sekretaris Negara Pertama Inggris, Louise Haigh, menegaskan komitmen pemerintahnya untuk meningkatkan tekanan terhadap Israel terkait perang di Gaza dan perluasan permukiman ilegal di Tepi Barat yang diduduki.

Pernyataan itu disampaikan Haigh saat berbicara di Kongres Serikat Buruh (TUC) di Brighton pada Selasa (15/9).

Ia mengakui bahwa Inggris telah “terlalu lambat” dalam merespons situasi di Gaza dan Tepi Barat. Laporan Arab News, Rabu (16/9).

Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal

“Di saat ketika tidak pernah sepenting ini untuk mengingatkan dunia siapa kita, kami ragu-ragu,” kata Haigh.

“Kami tidak akan lagi diam saja sementara keluarga Palestina yang tak bersalah dihancurkan, anak-anak tak bersalah dibunuh di Gaza, dan harapan solusi dua negara menguap di depan mata kami,” tambahnya.

Haigh menjelaskan bahwa sanksi yang diumumkan pekan lalu oleh Menteri Luar Negeri Ed Miliband dimaksudkan untuk “mengubah arah” kebijakan.

Ia menegaskan bahwa Inggris “menargetkan permukiman ilegal” dan meningkatkan tekanan terhadap pemerintah Israel.

Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi

Langkah-langkah tersebut mencakup sanksi terhadap individu dan perusahaan yang terkait dengan perluasan permukiman Israel, serta larangan impor dari permukiman di Tepi Barat yang diduduki.

Haigh menambahkan bahwa Inggris akan bekerja sama dengan mitra internasional untuk “berbicara dengan satu suara” dan membantu menjaga prospek solusi dua negara.

Ini sejalan dengan langkah 12 negara Barat, termasuk Inggris, Prancis, Kanada, Norwegia, dan lainnya, yang sebelumnya mengumumkan niat mereka untuk memberlakukan pembatasan perdagangan dengan permukiman Israel. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: AS Dilaporkan Serang Pulau Qeshm di Selat Hormuz, Ledakan Terdengar di Pesisir Selatan Iran

Rekomendasi untuk Anda