Ini Bukti Allah Sayang Hamba-Nya (3)

Oleh Bahron Ansori, wartawan MINA

Tanda selanjutnya jika Allah sayang kepada hamba-Nya adalah sebagai berikut.

Kedelapan, diberikan husnul khatimah

Tanda lain kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah diakhirkannya hidup seorang hamba itu dalam keadaan husnul khatimah (akhir kematian yang baik). Setiap mukmin, pasti merindukan akhir kehidupannya dalam keadaan yang baik, dan diridhai Allah Ta’ala.

Sejatinya, perjuangan seorang hamba adalah saat ia kembali kepada Allah kelak dalam keadaan akhir kematian yang baik, bukan sebaliknya suul khatimah (akhir kematian yang buruk). Untuk bisa meraih akhir kematian yang baik itu, seorang muslim harus senantiasa mengamalkan segala kebaikan sedini mungkin.

Dalil yang menunjukan makna ini, yaitu hadits shahih dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبْدِهِ خَيْرًا اسْتَعْمَلَهُ، قاَلُوُا: كَيْفَ يَسْتَعْمِلُهُ؟ قَالَ: يُوَفِّقُهُ لِعَمَلٍ صَالِحٍ قَبْلَ مَوْتِهِ. رَواه الإمام أحمـد والترمذي وصحح الحاكم في المستدرك.

“Apabila Allah menghendaki kebaikan pada hamba-Nya, maka Allah memanfaatkannya.” Para sahabat bertanya, “Bagaimana Allah akan memanfaatkannya?” Rasulullah menjawab, “Allah akan memberinya taufiq untuk beramal sholeh sebelum dia meninggal.” (HR. Imam Ahmad, Tirmidzi, dan dishahihkan al Hakim dalam Mustadrak).

Kesembilan, diberikan kesabaran

Menjalani kehidupan dengan menegakkan ketaatan kepada Allah Ta’ala tidak mungkin bisa dilakukan jika tidak dengan kesabaran. Kesabaran adalah modal utama yang harus dimiliki setiap muslim untuk menjalani kehidupan ini dengan tetap berpegang teguh kepada syariat-Nya.

Kesabaran itu tidak mungkin dimiliki seseorang kecuali atas ketetapan Allah Ta’ala kepadanya. Allah Maha Mengetahui untuk bisa menunaikan semua kewajibannya, maka seorang hamba harus bermodalkan sabar. Hanya orang-orang yang sabar saja kelak akan mendapatkan kesudahan yang baik, dunia akhirat.

Allah Ta’ala berfirman tentang orang-orang  yang sabar ini sebagai berikut,

اللَّهُ الَّذِي رَفَعَ السَّمَاوَاتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ اسْتَوَىٰ عَلَى الْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ الشَّمْسَ وَالْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِي لِأَجَلٍ مُسَمًّى ۚ يُدَبِّرُ الْأَمْرَ يُفَصِّلُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ بِلِقَاءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ

“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik).” (Qs. Ar Ra’d : 2)

Kesepuluh, didatangkan orang–orang sholeh (baik) kepadanya

Sungguh, salah satu nikmat bagi seorang hamba adalah ketika Allah Ta’ala pertemukan dan pertemankan dia dengan orang-orang yang sholeh berada di lingkungan yang juga baik. Orang-orang yang baik lagi sholeh itulah kelak yang bisa mengingatkannya jika ia menyimpang, salah dalam menjalani kehidupannya.

Mempunyai teman-teman yang baik adalah harta yang tak ternilai harganya. Teman-teman yang baik itulah yang akan memotivasi hidup kita untuk menjadi lebih sholeh dan takwa, bukan sebaliknya malah menjerumuskan ke jurang yang hina.

Tentang teman yang baik ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda. Diriwayatkan dari Abu Musa radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَثَلُ الْجَلِيسِ الصَّالِحِ وَالْجَلِيسِ السَّوْءِ كَمَثَلِ صَاحِبِ الْمِسْكِ وَكِيرِ الْحَدَّادِ ، لاَ يَعْدَمُكَ مِنْ صَاحِبِ الْمِسْكِ إِمَّا تَشْتَرِيهِ أَوْ تَجِدُ رِيحَهُ ، وَكِيرُ الْحَدَّادِ يُحْرِقُ بَدَنَكَ أَوْ ثَوْبَكَ أَوْ تَجِدُ مِنْهُ رِيحًا خَبِيثَةً

“Seseorang yang duduk (berteman) dengan orang shalih dan orang yang jelek bagaikan berteman dengan pemilik minyak wangi dan pandai besi. Pemilik minyak wangi tidak akan merugikanmu; engkau bisa membeli (minyak wangi) darinya atau minimal engkau mendapat baunya. Adapun berteman dengan pandai besi, jika engkau tidak mendapati badan atau pakaianmu hangus terbakar, minimal engkau mendapat baunya yang tidak enak.” (HR. Bukhari, no. 2101)

Kesebelas, rezekinya selalu cukup

Allah Ta’ala tidak pernah menyia-nyiakan hidup hamba-Nya serba dalam kekurangan. Salah satu bukti kasih sayang Allah kepada hamba-Nya adalah dengan mengajarkan bagaimana menjemput rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka. Allah Ta’ala berfirman,

ۚ وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّهُۥ مَخْرَجًا

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar.” (Qs. At-Talaq 65: 2). Tentu saja, rezeki tidak selamanya berupa materi. Jalan keluar dari semua masalah yang dihadapi juga merupakan rezeki yang akan Allah berikan kepada orang yang bertakwa kepada-Nya.

Dalam ayat lain, Allah Ta’ala juga mengingatkan,

وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِي آدَمَ وَحَمَلْنَاهُمْ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَرَزَقْنَاهُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ وَفَضَّلْنَاهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

“Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak cucu Adam, Kami angkat mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rizki yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan mahluk-mahluk yang telah Kami ciptakan.” (Qs. Al-Isra’: 70).

Keduabelas, meninggikan derajat orang beriman

Jangankan di mata Allah Ta’ala, di mata manusia saja banyak orang yang senang dan merasa bangga ketika derajatnya diangkat keposisi yang lebih tinggi lagi. Lalu bagaimana jika yang menangkat derajat hidup seorang hamba itu adalah Allah? Bukankah jika Allah sudah mengangkat derajat hamba-Nya itu artinya hamba itu menjadi mulia? Insya Allah mulianya dunia hingga akhirat.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا قِيلَ لَكُمْ تَفَسَّحُوا فِي الْمَجَالِسِ فَافْسَحُوا يَفْسَحِ اللَّهُ لَكُمْ ۖ وَإِذَا قِيلَ انْشُزُوا فَانْشُزُوا يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ ۚ وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

“Wahai orang-orang yang beriman, apabila dikatakan kepadamu, berilah kelapangan di dalam majelis-majelis, maka lapangkanlah. Niscaya Allah Swt. akan memberi kelapangan untukmu. Apabila dikatakan, berdirilah kamu, maka berdirilah. Niscaya Allah Swt. akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Allah Swt. Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” (Qs. Al-Mujadalah: 11). (A/RS3/RS2)

bersambung…

Mi’raj News Agency (MINA)