Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Siap Gempur Israel Jika AS Lancarkan Serangan

Widi Kusnadi Editor : Rudi Hendrik - Kamis, 5 Februari 2026 - 17:27 WIB

Kamis, 5 Februari 2026 - 17:27 WIB

43 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi (Foto: Press TV)

Teheran, MINA — Pemerintah Republik Islam Iran memperingatkan bahwa pihaknya akan melancarkan serangan terhadap Israel, bahkan terhadap fasilitas militer dan pangkalan Amerika Serikat (AS) di kawasan, jika Washington mengambil tindakan militer terhadap Teheran.

Pernyataan itu menandai eskalasi retorika yang mengkhawatirkan di tengah ketegangan yang meningkat antara Iran, AS, dan sekutu regionalnya. Press TV melaporkan, Kamis (5/2).

Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf mengatakan dalam pidato di parlemen bahwa jika AS menyerang Iran, maka Israel serta seluruh pangkalan militer dan kapal perang milik AS di wilayah tersebut akan dianggap sebagai “target sah” oleh Iran.

Pernyataan itu menekankan kesiapan Teheran untuk bereaksi berdasarkan prinsip pertahanan terhadap ancaman yang dianggapnya agresi.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Retorika keras dari pejabat Iran ini muncul di tengah ketidakpastian mengenai rencana serangan militer Amerika Serikat terhadap Republik Islam, yang sebelumnya disebutkan oleh sejumlah media bahwa Presiden AS Donald Trump diperingatkan untuk menimbang opsi militer guna merespon penumpasan demonstran di Iran.

AS menurut laporan internasional telah memindahkan sejumlah personel militer dari beberapa pangkalan sebagai langkah antisipasi ketegangan yang memuncak.

Pernyataan Iran juga mencerminkan kekhawatiran bahwa konflik regional dapat melebar jika terjadi intervensi militer dari luar negeri.

Iran menyatakan bahwa dukungan terhadap demonstran dan ancaman tindakan militer dari Washington serta Israel akan ditanggapi dengan serangan timbal balik, sesuai dengan prinsip legitimasi pertahanan diri dalam hukum internasional.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Tak hanya menimbulkan ketegangan diplomatik, ancaman balasan Iran juga berpotensi memengaruhi stabilitas keamanan di Timur Tengah.

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat meningkat setelah AS mempertimbangkan kemungkinan menggunakan kekuatan militer kepada Teheran di tengah gelombang protes domestik yang berlangsung sejak akhir Desember 2025.

Iran sendiri telah mengalami konflik bersenjata berkepanjangan dengan Israel, termasuk serangan rudal dan drone pada 2025 yang dibalas oleh serangan udara Israel terhadap fasilitas nuklir Iran.

Ancaman balasan Iran kini memperuncing peluang terjadinya konflik langsung antara kekuatan besar di kawasan dan sekutunya, sehingga mendapat perhatian internasional yang luas. []

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Internasional
Indonesia
Dunia Islam