Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Tangkap Tiga Ribu Orang dalam Aksi Protes Anti-Pemerintah

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 18 Januari 2026 - 06:12 WIB

Ahad, 18 Januari 2026 - 06:12 WIB

8 Views ㅤ

Ilustrasi: Situasi aksi demonstrasi di Iran (Almasry Alyoum)

Teheran, MINA – Pihak berwenang Iran mengumumkan penangkapan sekitar 3.000 orang terkait dengan gelombang demonstrasi anti-pemerintah yang telah berlangsung beberapa pekan di berbagai kota besar di negara itu.

Press TV melaporkan, Sabtu (17/1), para tahanan merupakan orang-orang yang disebut sebagai “perusuh” serta mereka yang dituduh ikut serta dalam tindakan kekerasan dan kerusuhan selama unjuk rasa besar-besaran menentang kebijakan pemerintah.

Pemrintah Iran menyebutkan bahwa di antara yang ditangkap terdapat mereka yang dianggap sebagai pimpinan kerusuhan, individu bersenjata, serta beberapa orang yang dituduh memiliki hubungan dengan kelompok asing, termasuk yang dituduh memiliki koneksi dengan Israel.

Laporan juga menyatakan ruas-ruas kota kini relatif tenang setelah pasukan keamanan meningkatkan operasi untuk membubarkan demonstrasi dan memperketat kontrol di pusat-pusat kota. Pemerintah menegaskan bahwa tindakan tegas diperlukan untuk memulihkan “ketertiban dan keamanan nasional”.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Sementara itu, kelompok hak asasi internasional menyampaikan data yang jauh lebih tinggi terkait jumlah penangkapan dan korban tewas dalam aksi protes yang dimulai akhir Desember lalu, memperlihatkan adanya perbedaan klaim antara pernyataan resmi pemerintah dan pengamatan organisasi independen.

Berbagai laporan internasional juga mencatat bahwa protes tersebut tak hanya dipicu oleh tuntutan terhadap kebijakan domestik, tetapi juga merespon tekanan ekonomi yang tajam dan ketidakpuasan publik terhadap pemerintahan saat ini, yang mendorong ribuan warga turun ke jalan di sejumlah provinsi.

Gelombang demonstrasi di Iran bermula akhir Desember 2025 sebagai reaksi terhadap memburuknya kondisi ekonomi, termasuk depresiasi tajam mata uang lokal.

Aksi yang awalnya damai berubah menjadi protes masif menuntut perubahan politik yang lebih luas, memaksa pemerintah menerapkan langkah keras seperti pemutusan akses internet secara menyeluruh dan penempatan pasukan keamanan tambahan di wilayah perkotaan. []

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda