Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Iran Tegaskan Tidak Ada Dialog dengan AS, Bantah Klaim Trump soal Gencatan Senjata

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 23 Maret 2026 - 21:16 WIB

Senin, 23 Maret 2026 - 21:16 WIB

19 Views ㅤ

Pemimpin tertinggi Iran Mojtaba Khamenei. (Gambar: Press TV)

Teheran, MINA – Pemerintah Iran menegaskan tidak ada dialog dengan Amerika Serikat (AS), sekaligus membantah klaim Presiden AS Donald Trump yang menyebut telah terjadi pembicaraan “produktif” antara kedua negara terkait upaya meredakan konflik yang sedang berlangsung.

Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan secara tegas bahwa tidak ada komunikasi maupun perundingan langsung dengan Washington. Pernyataan ini sekaligus merespons klaim Trump yang sebelumnya menyebut telah terjadi diskusi intensif dalam beberapa hari terakhir. Farsnews melaporkan, Senin (23/3)

Menurut pemerintah Iran, berbagai inisiatif diplomatik memang datang dari sejumlah negara kawasan yang berupaya meredakan ketegangan. Namun, Teheran menegaskan bahwa pihaknya bukan pemicu konflik sehingga segala upaya negosiasi seharusnya diarahkan kepada Pemerintah AS.

Sebelumnya, Trump mengeklaim bahwa Washington dan Teheran telah melakukan pembicaraan yang disebutnya berjalan baik dan produktif, bahkan membuka peluang penghentian serangan dalam beberapa hari ke depan. Pernyataan tersebut juga diikuti dengan rencana penundaan serangan militer AS sebagai bagian dari proses diplomasi.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Namun, sikap Iran tetap konsisten menolak narasi tersebut dengan menegaskan negaranya tidak memiliki ketertarikan untuk bernegosiasi dengan AS, terutama setelah pengalaman sebelumnya yang dinilai merugikan dan penuh ketidakpercayaan.

Ketegangan antara kedua negara sendiri merupakan bagian dari konflik yang lebih luas sejak serangan militer AS dan sekutunya terhadap Iran pada akhir Februari 2026. Konflik ini telah memicu gangguan pasokan energi global, lonjakan harga minyak, serta meningkatkan instabilitas kawasan Timur Tengah.

Sejumlah negara seperti Oman dan Qatar terus mendorong upaya mediasi guna menghentikan konflik. Meski demikian, perbedaan sikap antara Washington dan Teheran menunjukkan bahwa peluang tercapainya kesepakatan damai dalam waktu dekat masih menghadapi tantangan serius. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda