Teheran, MINA – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) pada Senin (4/5) merilis peta baru yang menunjukkan area di Selat Hormuz yang berada di bawah kendali penuh mereka.
Zona yang ditetapkan membentang di antara dua garis maritim yang ditentukan, satu membentang dari ujung barat Pulau Qeshm Iran ke Umm Al Quwain di Uni Emirat Arab, dan yang lainnya membentang dari Kuh-e Mobarak di Iran ke daerah selatan Fujairah di UEA, demikian dikutip dari MEMO.
Belum jelas sejauh mana klaim wilayah kendali tersebut telah berubah.
AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, memicu pembalasan dari Teheran terhadap Israel, serta sekutu AS di Teluk, bersamaan dengan penutupan Selat Hormuz.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Sejak 13 April, AS telah memberlakukan blokade angkatan laut yang menargetkan lalu lintas maritim Iran di jalur air strategis tersebut.
Gencatan senjata selama dua pekan diumumkan pada tanggal 8 April melalui mediasi Pakistan, diikuti oleh pembicaraan langsung di Islamabad pada tanggal 11 April, tetapi tidak ada kesepakatan yang tercapai mengenai gencatan senjata yang langgeng.
Presiden AS Donald Trump kemudian memperpanjang gencatan senjata tanpa menetapkan tenggat waktu baru, setelah permintaan dari Pakistan.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic