SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Israel Tutup Perlintasan Rafah, Lebih dari 20.000 Pasien Gaza Menunggu Evakuasi Medis

Arina Islami Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:43 WIB

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:43 WIB

23 Views ㅤ

Evakuasi pasien Gaza Rafah (foto: PIC)
Evakuasi pasien Gaza Rafah (foto: PIC)

Gaza, MINA — Zionis Israel terus menutup perlintasan darat Rafah selama dua pekan, sehingga pasien di Jalur Gaza tidak dapat meninggalkan wilayah tersebut untuk mendapatkan pengobatan di luar negeri.

Kementerian Kesehatan Gaza pada Kamis (15/10) memperingatkan adanya penumpukan kasus kritis yang semakin membahayakan nyawa pasien.

Dalam pernyataannya, kementerian menyebut penutupan perlintasan tersebut menyebabkan jumlah pasien kritis yang membutuhkan pengobatan di luar negeri terus meningkat setiap hari.

Jumlah pasien yang menunggu evakuasi jauh melampaui kapasitas rumah sakit di Gaza yang telah mengalami kerusakan dan berada di bawah blokade.

Baca Juga: Serangan Zionis Israel di Gaza Tewaskan Lima Warga Palestina

Kementerian Kesehatan Gaza menilai penutupan tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional serta bentuk perampasan hak pasien dan korban luka untuk memperoleh pengobatan.

Pihaknya mendesak semua pihak terkait agar memberikan tekanan serius dan segera kepada Zionis Israel untuk membuka kembali perlintasan Rafah dan seluruh pintu penyeberangan lainnya, serta memfasilitasi keberangkatan pasien kritis untuk mendapatkan perawatan di luar negeri.

Lebih dari 20.000 pasien dan korban luka di Gaza saat ini menunggu evakuasi medis ke luar negeri.

Kondisi tersebut diperparah oleh kelangkaan obat-obatan, peralatan medis, dan layanan kesehatan spesialis setelah agresi militer Zionis Israel menghancurkan sebagian besar sistem kesehatan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Puluhan Pemukim Yahudi Israel Serbu Masjid Al-Aqsa di Bawah Pengawalan Polisi

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, lebih dari 1.344 pasien meninggal dunia saat menunggu pengobatan sejak perjanjian gencatan senjata mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.

Israel membuka kembali perlintasan Rafah secara terbatas pada 2 Februari 2026.

Namun, keberangkatan pasien dan korban luka masih dibatasi secara ketat.

Data kementerian menunjukkan sebanyak 2.480 pasien dan korban luka telah meninggalkan Gaza melalui perlintasan tersebut selama periode 2 Februari hingga 2 September 2026.

Baca Juga: Israel Gunakan Kekerasan Pemukim untuk Usir Warga Palestina dari Tepi Barat

Jumlah itu setara dengan rata-rata sekitar 12 pasien dan korban luka per hari, jauh di bawah pengaturan yang disepakati, yakni keberangkatan 50 pasien dan 50 pendamping setiap hari.

Data Kementerian Kesehatan Gaza pada Oktober 2025 menunjukkan bahwa agresi militer Zionis Israel telah menghancurkan atau menyebabkan 25 dari 38 rumah sakit di Gaza tidak dapat beroperasi.

Sementara itu, 13 rumah sakit lainnya masih beroperasi sebagian dalam kondisi sulit.

Selain itu, militer Zionis Israel menghancurkan 103 dari 157 pusat layanan kesehatan primer di wilayah tersebut.

Baca Juga: Israel Perpanjang Larangan Sheikh Sabri Masuki Masjid Al-Aqsa

Sebanyak 54 pusat kesehatan yang tersisa masih beroperasi secara terbatas.

Kementerian Kesehatan Gaza juga mencatat bahwa pelanggaran Zionis Israel terhadap gencatan senjata telah menewaskan 1.501 warga Palestina dan melukai 5.323 lainnya hingga Senin (12/10).

Sejak Oktober 2023, lebih dari 74.000 warga Palestina dilaporkan gugur dan lebih dari 175.000 lainnya terluka akibat agresi militer Zionis Israel di Gaza.

Sekitar 90 persen infrastruktur di wilayah tersebut juga mengalami kerusakan atau kehancuran.[]

Baca Juga: Hujan Musim Dingin Perburuk Krisis Pengungsian di Gaza

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda