Jakarta, MINA – Jumlah pengungsi akibat bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera mengalami penurunan signifikan. Data terbaru mencatat, saat ini total pengungsi yang masih bertahan di lokasi-lokasi pengungsian tersisa 105.842 orang.
Juru Bicara Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera, Amran mengungkapkan bahwa angka tersebut menunjukkan penurunan yang sangat drastis dibandingkan data awal pada 2 Desember 2025.
“Kalau dibandingkan dari data awal tanggal 2 Desember ini, penurunannya signifikan ya, dari 2.178.269 pengungsi di tanggal 2 Desember tahun 2025, saat sekarang ini tinggal 105.842 pengungsi,” ujar Amran dalam konferensi pers di Kementerian Dalam Negeri, Jakarta, Rabu (4/2).
Ia menjelaskan, berkurangnya jumlah pengungsi tersebut merupakan hasil dari percepatan penanganan darurat, pemulihan infrastruktur dasar, serta pemulangan warga ke daerah asal yang dinilai sudah aman untuk ditinggali kembali.
Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan
“Jadi ada penurunan sebanyak 2.072.427 pengungsi yang tersebar di tiga provinsi,” lanjutnya.
Amran menambahkan, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah terus mengoptimalkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, khususnya pada sektor perumahan, fasilitas umum, serta pemulihan layanan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa perhatian terhadap para pengungsi yang masih bertahan di lokasi pengungsian tetap menjadi prioritas. Pemerintah, kata dia, memastikan kebutuhan dasar para pengungsi seperti pangan, layanan kesehatan, dan tempat tinggal sementara tetap terpenuhi hingga proses pemulihan berjalan tuntas. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic