Cibubur, MINA – Yayasan Masyarakat Ta’awun Indonesia (MATAIN) akan menggelar Kajian Fiqih Muslimah Kontemporer bertajuk “Menjemput Kesempurnaan Thaharah dan Ibadah di Era Modern” pada Ahad (10/5) mendatang di Masjid At-Taqwa, Cibubur, Jakarta.
Kajian tersebut dihadirkan sebagai respons atas meningkatnya persoalan kecemasan ibadah (Religious OCD) serta kompleksitas masalah kesehatan reproduksi yang dihadapi muslimah masa kini.
Kegiatan ini menghadirkan pakar fiqih nasional, Dr. Nur Hamidah, yang akan membahas persoalan thaharah dari perspektif syariat, kesehatan mental, hingga tantangan biologis wanita modern. Panitia menyebut, kajian tersebut bertujuan memberikan pemahaman fiqih yang lebih substantif, praktis, dan relevan dengan perkembangan zaman.
Thaharah tidak lagi dipandang sekadar materi dasar ibadah, tetapi juga bagian penting yang berkaitan dengan kesehatan fisik, ketenangan mental, dan kualitas spiritual seorang muslimah.
Baca Juga: 4 Amalan Muslimah yang Membuka Pintu Surga
Fenomena was-was berlebihan saat berwudhu, keraguan terhadap kesucian pakaian, atau kecemasan terkait sahnya ibadah disebut semakin banyak dialami sebagian muslimah akibat kurangnya pemahaman fiqih yang memadai.
Panitia menjelaskan, kondisi tersebut dalam psikologi modern kerap bersinggungan dengan gejala Religious Obsessive Compulsive Disorder (OCD).
Karena itu, kajian ini akan menekankan pentingnya memahami kaidah fiqih seperti “Al-yaqinu la yuzalu bisy-syakk” atau keyakinan tidak dapat dikalahkan oleh keraguan, agar muslimah tidak terjebak dalam kecemasan yang mengganggu kekhusyukan ibadah.
Selain membahas kesehatan mental, kajian juga akan mengangkat persoalan kesehatan reproduksi wanita, seperti PCOS (Polycystic Ovary Syndrome), penggunaan kontrasepsi hormonal, serta perbedaan darah haid dan istihadhah.
Baca Juga: Belajar Tidak Harus Berhenti Meski Sudah Berkeluarga
Literasi tubuh dan pemahaman fiqih yang benar sangat penting agar muslimah mampu memahami kondisi biologisnya tanpa dibayangi rasa bersalah dalam menjalankan ibadah.
Yayasan MATAIN menilai pemahaman thaharah juga memiliki kaitan erat dengan pola asuh dan konsep self-care dalam Islam. Pemahaman mengenai kesucian diri dinilai dapat menjadi fondasi pendidikan kedisiplinan dan penjagaan kehormatan diri sejak dini.
Melalui forum diskusi interaktif tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh pemahaman fiqih yang lebih menenangkan, solutif, dan sesuai dengan tantangan kehidupan modern. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Mitos Bantuan untuk Wanita Bercerai pada Era Genosida Israel di Gaza
















Mina Indonesia
Mina Arabic