Gaza, MINA – Retorika garis keras Israel terhadap warga Palestina semakin menjadi bagian kampanye menjelang pemilu Knesset pada Selasa (27/10), sementara kondisi kemanusiaan di Jalur Gaza semakin memburuk di tengah pembatasan yang lebih ketat dan pelanggaran yang terus dilakukan Israel.
Pekan lalu, Menteri Keamanan Nasional Israel Itamar Ben-Gvir merilis video kampanye buatan AI yang menggambarkan Jalur Gaza hancur total pada tahun 2030 sebagai bagian dari kampanye pemilihan umum partai sayap kanan Kekuatan Yahudi. Anadolu melaporkan.
Empat perkembangan telah muncul di antara krisis paling mendesak yang dihadapi Gaza: hilangnya bantuan makanan untuk setengah juta warga Palestina, ancaman penutupan layanan penting rumah sakit karena habisnya bahan bakar generator, perluasan wilayah di bawah kendali militer Israel, dan meningkatnya jumlah warga Palestina yang terbunuh oleh pasukan Israel.
Perkembangan tersebut terjadi di tengah berlanjutnya pemboman, tembakan, dan pembatasan masuknya pasokan oleh Israel meskipun perjanjian gencatan senjata telah berlaku sejak 10 Oktober 2025.
Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang
Tentara Israel terus memperluas wilayah yang dikuasainya di Gaza dengan memindahkan penanda “Garis Kuning” ke arah barat, bertentangan dengan penarikan bertahap yang digariskan dalam perjanjian gencatan senjata.
Ketika perjanjian tersebut mulai diterapkan, sekitar 53% wilayah Gaza masih berada di bawah kendali Israel sebelum wilayah tersebut secara bertahap diperluas.
Perluasan wilayah yang dikuasai Israel menghalangi warga Palestina mencapai rumah, lahan pertanian, dan fasilitas umum, sekaligus mempersulit operasi bantuan kemanusiaan.
Pada tanggal 24 Juni, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan tentara menguasai sekitar 70% Jalur Gaza. Saat berkunjung ke daerah kantong tersebut pada 2 September, dia mengatakan Israel tidak akan menarik diri dari Garis Kuning.
Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer
Bersamaan dengan perluasan kendali militer Israel, jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh Israel pada 2-21 Oktober meningkat sekitar 40% dibandingkan periode yang sama pada bulan September, menurut angka Kementerian Kesehatan Gaza.
Data menunjukkan bahwa 95 warga Palestina terbunuh selama periode tersebut di bulan Oktober, dibandingkan dengan 68 orang pada periode yang sama di bulan September, atau terjadi peningkatan sebesar 27 kematian.
Jumlah warga Palestina yang dibunuh oleh Israel sejak perjanjian gencatan senjata berlaku mencapai 1.534 orang pada 21 Oktober, menurut angka Kementerian Kesehatan.
Sejak Oktober 2023, Israel telah membunuh 74.494 warga Palestina dan melukai 175.604 lainnya di Gaza, sementara sekitar 90% infrastruktur sipil di wilayah kantong tersebut telah hancur.[]
Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic