Teheran, MINA – Sebuah kapal tanker dilaporkan meledak setelah menghantam ranjau laut saat melintasi Selat Hormuz, jalur pelayaran strategis yang menjadi urat nadi distribusi minyak dan gas dunia.
Insiden tersebut kembali meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan pelayaran internasional di tengah memanasnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Media Iran, Mehr News Agency melaporkan Senin (27/7) kapal tanker itu diduga keluar dari koridor pelayaran yang telah ditetapkan otoritas Iran sebelum akhirnya menabrak ranjau laut pada Ahad (26/7).
Hingga kini identitas kapal, negara asal, maupun jumlah korban belum diumumkan secara resmi.
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
Pemerintah Iran sebelumnya telah berulang kali memperingatkan seluruh kapal komersial agar mematuhi jalur navigasi yang ditentukan ketika melintasi Selat Hormuz.
Angkatan Laut Garda Revolusi Islam (IRGC) dalam beberapa hari terakhir juga menghentikan sejumlah kapal yang dianggap melanggar rute pelayaran dengan melepaskan tembakan peringatan sebelum memaksa kapal-kapal tersebut berbalik arah.
Ketegangan di Selat Hormuz meningkat sejak konflik bersenjata antara Iran dan AS kembali memanas dalam beberapa bulan terakhir.
Washington menuntut kebebasan navigasi di jalur perairan tersebut, sementara Teheran menegaskan seluruh kapal wajib mengikuti sistem navigasi yang mereka tetapkan.
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
Selat Hormuz menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur sempit ini dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia setiap harinya, sehingga setiap gangguan keamanan berpotensi memengaruhi pasokan energi internasional, biaya pengiriman, hingga harga minyak di pasar global.
Karena itu, perkembangan situasi di kawasan tersebut terus menjadi perhatian negara-negara pengimpor energi dan pelaku industri pelayaran internasional.
Insiden kapal tanker yang menghantam ranjau laut diperkirakan akan memperkuat kekhawatiran perusahaan pelayaran dan asuransi maritim terhadap risiko melintasi Selat Hormuz. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic