Aceh Timur, MINA — Pemerintah Kabupaten Aceh Timur mencatat dampak banjir juga menyebabkan kerusakan kerugian besar pada permukiman warga. Total kerugian materi saat ini ditaksir mencapai Rp 5,3 triliun dan angka tersebut masih terus diperbarui.
Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky mengatakan, berdasarkan data sementara, sebanyak 6.717 rumah mengalami rusak berat, 4.671 rumah rusak sedang, dan 7.040 rumah rusak ringan.
“Masih banyak wilayah yang terisolir, jembatan rusak, longsor, dan jalan putus. Pemerintah terus berupaya menembus seluruh lokasi yang belum dapat dijangkau,” ujar Al-Farlaky.
Banjir di Kabupaten Aceh Timur mulai terjadi sejak 22 November 2025, sementara sejumlah daerah lain di Provinsi Aceh terdampak banjir sejak 26 November 2025. Aceh Timur menjadi salah satu wilayah dengan tingkat kerusakan paling parah akibat banjir dan longsor yang melanda wilayah tersebut.
Baca Juga: Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Samarinda Semarakkan BSP dengan Lomba dan Market Day
Sementara jumlah korban meninggal dunia akibat banjir di wilayah tersebut hingga Senin (15/12) bertambah menjadi 52 orang. Selain korban jiwa, ratusan warga lainnya dilaporkan mengalami luka-luka, sementara puluhan ribu orang masih bertahan di lokasi pengungsian.
Al-Farlaky menyampaikan, korban luka berat mencapai 306 orang dan luka ringan sebanyak 894 orang. Ia juga menjelaskan, sebanyak 44.941 warga masih mengungsi di 689 titik pengungsian yang tersebar di 24 kecamatan.
Ia menambahkan, pemerintah daerah saat ini memprioritaskan pemenuhan kebutuhan dasar pengungsi. Kebutuhan mendesak yang diperlukan di antaranya tandon air bersih, kelambu, pakaian, perlengkapan bayi, pembalut wanita, generator listrik, serta mobil tangki air bersih untuk distribusi air ke lokasi pengungsian. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan
















Mina Indonesia
Mina Arabic