Aceh, MINA – Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat memastikan seluruh atau 100 persen pengungsi korban banjir bandang dan banjir luapan telah kembali ke rumah masing-masing, meski masih terdapat 117 jiwa dari 37 kepala keluarga (KK) yang terisolasi akibat rusaknya akses infrastruktur.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat menyebutkan, saat ini tidak ada lagi warga yang berada di posko pengungsian. Fokus pemerintah daerah beralih pada pemulihan pascabencana serta pembangunan infrastruktur untuk membuka akses ke wilayah terdampak.
“Alhamdulillah, seluruh pengungsi korban bencana alam banjir saat ini sudah berada di rumah,” kata Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala BPBD Kabupaten Aceh Barat, Teuku Ronal Nehdiansyah, di Aceh Barat, Senin (22/12).
Ia menjelaskan, selama fase tanggap darurat atau masa panik, pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan logistik kepada masyarakat terdampak. Bantuan tersebut berupa beras, telur, minyak goreng, mi instan, dan berbagai kebutuhan pokok lainnya untuk menjaga ketahanan pangan warga.
Baca Juga: DPR Sahkan UU Pelindungan Ketenagakerjaan, Hak Pekerja Diperkuat
Meski kondisi pengungsian telah normal, BPBD mencatat masih terdapat 117 jiwa atau 37 KK di Desa Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, yang hingga kini masih terisolasi akibat akses jalan yang rusak parah. Pemerintah daerah terus mengupayakan pemulihan infrastruktur agar akses transportasi dan distribusi bantuan ke wilayah tersebut dapat segera kembali normal. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kemenag Dukung Amil Zakat Profesional dan Bersertifikat
















Mina Indonesia
Mina Arabic