Jakarta, MINA — Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menilai Provinsi Aceh menjadi wilayah dengan kerusakan infrastruktur paling parah akibat bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah daerah di Sumatra. Aceh mencatat 477 titik kerusakan, Sumatra Utara 306 titik, dan Sumatra Barat 630 titik.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan, masih terdapat sejumlah wilayah di Aceh yang terisolasi karena akses jalan belum sepenuhnya terbuka, khususnya di kawasan Aceh Tengah.
Ia menyebut kondisi tersebut menghambat mobilitas warga dan distribusi bantuan kemanusiaan.
“Dari pantauan kami, yang paling parah memang Aceh. Karena sampai sekarang Aceh Tengah belum 100 persen terbuka dan masih terisolasi,” ujarnya, Kamis (18/12).
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Meski sebagian ruas jalan telah berhasil dibuka, Dody menjelaskan kendaraan yang dapat melintas masih sangat terbatas.
Ia menyampaikan secara langsung bahwa kendaraan berukuran besar belum bisa masuk ke sejumlah lokasi terdampak, sehingga penyaluran bantuan di beberapa titik masih harus dilakukan melalui jalur udara.
Selain Aceh, Dody menyampaikan secara tidak langsung bahwa kerusakan infrastruktur juga terjadi di Sumatra Barat, terutama di wilayah kabupaten. Banyak jalan dan jembatan dilaporkan rusak akibat banjir dan longsor, sehingga membutuhkan penanganan cepat dari pemerintah pusat dan daerah.
Berdasarkan data Kementerian PU per 17 Desember 2025, tercatat sebanyak 1.413 titik kerusakan infrastruktur di tiga provinsi terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, Aceh mencatat 477 titik kerusakan, Sumatra Utara 306 titik, dan Sumatra Barat 630 titik. Untuk mempercepat penanganan, Kementerian PU telah menyalurkan ratusan unit alat berat ke daerah terdampak guna membuka akses jalan dan mempercepat pemulihan infrastruktur dasar masyarakat. []
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic