Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah Akhir Sya’ban: Menyambut Ramadhan dengan Pesan Yang Menggema

Ali Farkhan Tsani Editor : Rudi Hendrik - Senin, 9 Februari 2026 - 20:02 WIB

Senin, 9 Februari 2026 - 20:02 WIB

69 Views ㅤ

Ilustrasi Ramadhan (foto: Fpik)

WAHAI kaum Muslimin yang dirindukan oleh rahmat Allah, di penghujung bulan Sya’ban ini, marilah kita sejenak mengheningkan hati, mengingat sebuah pesan agung yang pernah disampaikan Rasulullah ﷺ kepada para sahabatnya.

Di ambang bulan suci, Baginda Nabi membuka khazanah keutamaan Ramadhan dengan kata-kata yang menyentuh kalbu, menggugah jiwa, dan menyalakan semangat untuk menyambut tamu mulia.

Dalam riwayat yang disebutkan, Rasulullah ﷺ bersabda:

أَيُّهَا النَّاسُ قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةً، وَقِيَامَ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا

Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global

“Wahai manusia! Telah datang kepadamu bulan yang agung, bulan yang penuh keberkahan. Di dalamnya terdapat satu malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Allah mewajibkan puasa di siang harinya, dan menganjurkan shalat (Tarawih) di malamnya sebagai sunnah.”

Beliau melanjutkan dengan janji Allah yang begitu luar biasa: Siapa yang mendekatkan diri dengan satu amalan sunnah di bulan ini, pahalanya setara dengan amalan wajib di bulan lain. Siapa yang menunaikan satu amalan wajib di bulan ini, pahalanya seperti mengerjakan 70 kali amalan wajib di bulan lainnya.

Rasulullah ﷺ menggambarkan Ramadhan bukan sekadar bulan menahan lapar dan dahaga, tetapi sebagai:

  1. Bulan kesabaran, dan balasan bagi orang yang sabar adalah surga.
  2. Bulan kedermawanan dan kepedulian, di mana rezeki orang beriman dilipatgandakan.
  3. Bulan solidaritas, di mana memberi buka puasa kepada saudara seiman menjadi jalan pengampunan dan pembebasan dari neraka, dengan pahala yang sama seperti orang yang berpuasa, tanpa berkurang sedikitpun.

Di bulan yang penuh rahmat ini, solidaritas kita tidak hanya untuk yang terdekat, tetapi juga untuk saudara-saudara kita di Palestina yang terus berjuang mempertahankan haknya.

Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina

Marilah kita jadikan Ramadan sebagai momentum untuk menguatkan doa, bantuan, dan dukungan nyata bagi perjuangan pembebasan Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina. Buka blokade Gaza, tarik pasukan pendudukan, dan beri hak bangsa Palestina untuk mengelola negaranya sendiri secara merdeka dan berdaulat, tanpa henti menolak segala bentuk kesepakatan yang tidak adil. Termasuk yang disebut Board of Peace (BoP) yang justru melanggengkan penjajahan dan mengabaikan keadilan.

Fase-fase Kemuliaan

Ramadhan adalah bulan yang terbagi dalam tiga anugerah besar, Awal bulan: Rahmat Allah tercurah. Pertengahannya: Ampunan Allah diberikan. Dan Akhirnya: Pembebasan dari api neraka.

Rasulullah ﷺ juga menganjurkan untuk memperbanyak empat amalan utama:

Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi

  1. Dua hal yang mendatangkan ridha Allah:
    • Memperbanyak syahadat Laa ilaaha illallaah.
    • Memohon ampun dengan istighfar.
  2. Dua hal yang sangat kita butuhkan:
    • Meminta surga kepada Allah.
    • Berlindung dari api neraka.

Beliau juga menegaskan: “Siapa yang memberi minum untuk berbuka puasa, Allah akan memberinya minum dari telagaku (Al-Kautsar), sekali minum saja, ia takkan haus selamanya hingga masuk surga.”

Maka, wahai saudaraku, marilah kita memperbanyak memberi buka puasa, tidak hanya untuk tetangga terdekat, tapi juga untuk mereka yang paling membutuhkan di ujung dunia, yaitu di Palestina.

Marilah kita kirimkan makanan untuk anak-anak Gaza yang kelaparan, bantulah mereka yang terblokade, dan jadikan sedekah kita sebagai senjata melawan kezaliman. Seteguk air yang kita berikan untuk buka puasa saudara-saudara kita di Jalur Gaza adalah doa yang mengalir, pembelaan yang nyata, dan investasi akhirat yang tak ternilai.

Maka, wahai saudaraku, Ramadhan adalah bulan penuh berkah, bulan ampunan, bulan pembersih dosa, dan bulan meraih ketakwaan.

Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang  Mengikat Hati Orang Beriman

Marilah kita sambut dengan sukacita, persiapan rohani, dan tekad yang kuat.

Semoga Allah ﷻ mempertemukan kita dengan Ramadhan dalam keadaan sehat dan iman, memberi kita kekuatan untuk memaksimalkan setiap detiknya dengan ibadah, dan mengaruniakan kita keutamaannya yang tak terhingga.

Semoga tulisan ini mengalir dalam jiwa, menggugah semangat, dan menyiapkan langkah kita menuju Ramadhan penuh makna.

Aamiin, Ya Rabbal ‘Alamin. []

Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina

Mi’raj News Agency ( MINA)

Rekomendasi untuk Anda