Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

15 Keutamaan Mulia Ibadah Kurban di Bulan Dzulhijjah

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 1 Mei 2026 - 19:54 WIB

Jumat, 1 Mei 2026 - 19:54 WIB

99 Views ㅤ

Ilustrasi: Hewan Kurban. (ist)

DI BULAN Dzulhijjah yang mulia, terdapat satu amalan istimewa yang sangat dianjurkan, yaitu menyembelih hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha (10 Dzulhijjah) dan Hari-Hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).

Ibadah ini sarat dengan keutamaan agung bagi siapa pun yang melaksanakannya dengan ikhlas karena Allah.

Berikut adalah 15 keutamaan ibadah kurban:

  1. Memenuhi Perintah Allah secara Langsung

Allah SWT berfirman dalam Surat Al-Kautsar ayat 2:

Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global

إِنَّآ أَعۡطَيۡنَـٰكَ ٱلۡكَوۡثَرَ (١) فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَٱنۡحَرۡ (٢) إِنَّ شَانِئَكَ هُوَ ٱلۡأَبۡتَرُ (٣)

“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu; dan berkurbanlah.” (Q.S. Al-Kautsar [108]: 2).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menjelaskan bahwa ayat ini memerintahkan Nabi Muhammad untuk mengumpulkan dua ibadah agung: shalat Idul Adha dan menyembelih kurban. Keduanya mencerminkan ketakwaan, ketawadhu’an, dan keyakinan kuat kepada Allah.

  1. Bagian dari Syi’ar Islam

Allah SWT berfirman:

Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina

وَلِڪُلِّ أُمَّةٍ۬ جَعَلۡنَا مَنسَكً۬ا لِّيَذۡكُرُواْ ٱسۡمَ ٱللَّهِ عَلَىٰ مَا رَزَقَهُم مِّنۢ بَهِيمَةِ ٱلۡأَنۡعَـٰمِ‌ۗ فَإِلَـٰهُكُمۡ إِلَـٰهٌ۬ وَٲحِدٌ۬ فَلَهُ ۥۤ أَسۡلِمُواْ‌ۗ وَبَشِّرِ ٱلۡمُخۡبِتِينَ (٣٤)

“Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka…” (Q.S. Al-Hajj [22]: 34).
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa menyembelih hewan kurban dengan menyebut nama Allah adalah syariat dalam semua agama samawi, sebagai bentuk pengagungan kepada-Nya.

  1. Mengikuti Teladan Nabi Ibrahim AS

Hal ini berdasarkan firman Allah:

فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ ٱلسَّعۡىَ قَالَ يَـٰبُنَىَّ إِنِّىٓ أَرَىٰ فِى ٱلۡمَنَامِ أَنِّىٓ أَذۡبَحُكَ فَٱنظُرۡ مَاذَا تَرَىٰ‌ۚ قَالَ يَـٰٓأَبَتِ ٱفۡعَلۡ مَا تُؤۡمَرُ‌ۖ سَتَجِدُنِىٓ إِن شَآءَ ٱللَّهُ مِنَ ٱلصَّـٰبِرِينَ (١٠٢) فَلَمَّآ أَسۡلَمَا وَتَلَّهُ ۥ لِلۡجَبِينِ (١٠٣)وَنَـٰدَيۡنَـٰهُ أَن يَـٰٓإِبۡرَٲهِيمُ (١٠٤) قَدۡ صَدَّقۡتَ ٱلرُّءۡيَآ‌ۚ إِنَّا كَذَٲلِكَ نَجۡزِى ٱلۡمُحۡسِنِينَ (١٠٥)إِنَّ هَـٰذَا لَهُوَ ٱلۡبَلَـٰٓؤُاْ ٱلۡمُبِينُ (١٠٦) وَفَدَيۡنَـٰهُ بِذِبۡحٍ عَظِيمٍ۬ (١٠٧)

Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi

Artinya: “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar”. Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia: “Hai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (Q.S. Ash Shaffat [37]: 102-107).

Perintah penyembelihan Ismail oleh Nabi Ibrahim dalam Surat Ash-Shaffat ayat 102 merupakan salah satu ujian Allah kepada hamba-Nya.

Kisah pengorbanan Nabi Ibrahim yang siap menyembelih putranya Ismail tersebut menjadi landasan ibadah kurban. Ujian besar ini menunjukkan kepatuhan mutlak kepada Allah, dan kita sebagai umat Islam mengikuti jejak tersebut dengan menyembelih hewan kurban, bukan manusia.

  1. Amalan Paling Utama pada Hari Idul Adha
    Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَا الْعَمَلُ فِي أَيَّامٍ أَفْضَلَ مِنْهَا فِي هَذِهِ قَالُوا وَلَا الْجِهَادُ قَالَ وَلَا الْجِهَادُ إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ يُخَاطِرُ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ بِشَيْءٍ

Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang  Mengikat Hati Orang Beriman

Artinya: “Tidak ada amal yang lebih utama pada hari-hari (tasyriq) ini selain berqurban.” Para sahabat berkata, “Tidak juga jihad?” Beliau menjawab: “Tidak juga jihad. Kecuali seseorang yang keluar dari rumahnya dengan mengorbankan diri dan hartanya (di jalan Allah), lalu dia tidak kembali lagi.” (HR Bukhari dari Ibnu Abbas).

  1. Menumbuhkan kebaikan di setiap helai rambut hewan kurban
    Ini seperti disebutkan di dalam hadits dari Zaid ibn Arqam, ia berkata atau mereka berkata: “Wahai Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, apakah qurban itu?” Rasulullah menjawab: “Qurban adalah sunnahnya bapak kalian, Nabi Ibrahim.” Mereka bertanya, “Apa keutamaan yang kami akan peroleh dengan qurban itu?” Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Setiap satu helai rambutnya adalah satu kebaikan.”Mereka menjawab: “Kalau bulu-bulunya?”Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menjawab: “Setiap satu helai bulunya juga satu kebaikan.” (HR Ahmad dan Ibnu Majah).
  2. Meningkatkan Ketakwaan dan Keikhlasan

Berqurban dapat meningkatkan ketakwaan, sebab disebutkan bahwa yang diharap oleh orang yang berqurban bukanlah daging atau darah yang mengalir setelah penyembelihan. Namun yang terpenting dari ibadah kurban adalah takwa dan keikhlasannya.

Seperti Allah sebutkan di dalam ayat:

لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ

Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina

Artinya: “Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya.” (QS Al-Hajj [22]: 37).

Begitulah, esensi kurban bukanlah daging atau darah, melainkan ketakwaan dan keikhlasan hati.

  1. Ciri Keislaman dan Kemurahan Hati

Disebutkan di dalam hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

 مَنْ وَجَدَ سَعَةً فَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقرَبَنَّ مُصَلاَّنَا

Baca Juga: Menjadi Jurnalis Terbaik: Ketika Pena Menjadi Amanah dan Kebenaran Menjadi Jalan

Artinya: “Siapa yang mendapati dirinya dalam keadaan lapang, lalu ia tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat shalat ‘id kami.” (H.R. Ahmad dan Ibnu Majah).

Hadis ini menunjukkan bahwa meninggalkan kurban padahal mampu adalah tanda kelalaian.

  1. Ibadah Paling Disukai Allah

Hal ini sesuai dengan hadis dari Aisyah, Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi Wasallam bersabda: “Tidak ada amalan anak cucu Adam pada hari raya qurban yang lebih disukai Allah melebihi dari mengucurkan darah (menyembelih hewan kurban), sesungguhnya pada hari kiamat nanti hewan-hewan tersebut akan datang lengkap dengan tanduk-tanduknya, kuku-kukunya, dan bulu- bulunya. Sesungguhnya darahnya akan sampai kepada Allah –sebagai qurban– di manapun hewan itu disembelih sebelum darahnya sampai ke tanah, maka ikhlaskanlah menyembelihnya.” (HR Ibnu Majah dan At-Tirmidzi).

  1. Tanda Penyerahan Diri Sepenuhnya kepada Allah
    Pada ayat Allah berfirman:

قُلۡ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحۡيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِينَ (١٦٢) لَا شَرِيكَ لَهُ ۥ‌ۖ وَبِذَٲلِكَ أُمِرۡتُ وَأَنَا۟ أَوَّلُ ٱلۡمُسۡلِمِينَ (١٦٣)

Baca Juga: Rapuhnya Kekuatan Selain Allah

Artinya: “Katakanlah: Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya dan demikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).” (QS Al-An’am [6]: 162-163).

Di dalam Tafsir Al-Madinah Al-Munawwarah dijelaskan, ayat ini menjelaskan tentang sembelihan, dan bermakna juga ibadah. Berarti “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah.”

“Hidupku dan matiku”, dijelaskan sebagai amal-amal kebaikan yang dikerjakan dalam hidup. Juga amal kebaikan setelah kematian, seperti berwasiat untuk bersedekah dan melakukan berbagai kebaikan yang mendekatkan kepada Allah dengan ikhlas hanya untuk-Nya.

  1. Mensucikan Diri dan Harta

Setiap kebaikan yang kita lakukan adalah sedekah, yang berfungsi untuk mensucikan diri dan harta. Ibadah kurban adalah amal kebaikan yang amat disukai Allah di Hari Raya Idul Adha. Sehingga dengan demikian melalui perantaraan ibadah kurban, akan dapat mensucikan diri dan harta kita.

Baca Juga: Hakikat Memberi: Refleksi Diri dalam Setiap Kebaikan

  1. Mendapat Ampunan Allah
    Ini seperti disampaikan Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam kepada putrinya, “Wahai Fatimah, berdirilah di sisi qurbanmu, dan saksikanlah ia, sesungguhnya titisan darahnya yang pertama itu pengampunan bagimu atas dosa-dosamu yang telah lalu.” (HR Al-Bazzar dan Ibnu Hibban).
  2. Memupuk Sifat Terpuji (Mahmudah)
    Kurban yang dihayati menumbuhkan sifat dermawan, rela berkorban, taat, rendah hati, serta memperkuat rasa syukur dan taubat. Sebaliknya, kurban juga memupus sifat tercela seperti kikir, sombong, dengki, dan dendam.
  3. Meningkatkan Rasa Kasih Sayang dan Kepedulian Sosial
    Dengan kurban, manfaat daging diberikan kepada fakir miskin yang jarang makan daging. Hal ini mempererat ukhuwah Islamiyah, merekatkan hubungan kaya-miskin, serta mewujudkan kebersamaan dan kerukunan.

Rasulullah Shallalhu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

اَيَّامُ التَّشْرِيْقِ اَيَّامُ اَكْلٍ وَ شُرْبٍ وَ ذِكْرِ اللهِ

Artinya: “Hari Raya Qurban (tasyrik) adalah hari untuk makan, minum dan dzikir kepada Allah.” (HR Muslim).

Apalagi kemudian daging-daging qurban itu diberikan kepada mereka yang benar-benar memerlukan. Tidak pernah atau jarang makan daging, bisa jadi setahun sekali. Umpamanya mereka yang berada di negeri terjajah, seperti di Palestina, atau Muslim minoritas seperti di Rohingnya, Kashmir, Filipina, atau mereka yang nun jauh di pedesaan atau kepulauan yang tidak atau sulit terjangkau.

Baca Juga: 7 Amalan Ringan di Usia Senja, Menjemput Berkah Meraih Husnul Khatimah

  1. Menghidupkan Hari-Hari Tasyrik dengan Dzikir dan Kegembiraan
    Rasulullah bersabda, “Hari-hari Tasyrik adalah hari untuk makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.” (HR Muslim).

Kurban menjadi bagian dari syukur nikmat sekaligus momentum memperbanyak dzikir dan berbagi kebahagiaan.

  1. Menjangkau Kemaslahatan Umat yang Terisolasi
    Daging kurban dapat didistribusikan kepada saudara-saudara kita di daerah terpencil, minoritas Muslim, atau yang tertimpa bencana dan penjajahan (seperti Palestina, Rohingya, Kashmir, dll.), yang jarang atau bahkan setahun sekali bisa menikmati daging. Ini menjadi wujud solidaritas kemanusiaan yang agung.

Semoga dengan memahami 15 keutamaan ibadah kurban ini, kita semakin termotivasi untuk mengamalkannya dengan ikhlas karena Allah di bulan Dzulhijjah. Aamiin. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Menikah In This Economy? Rezeki Dijamin Allah, Bukan Slip Gaji

Rekomendasi untuk Anda

Info MINA
Hikmah
Khutbah Jumat