Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Muslimah dan Pintu Surga, Menjaga Kehormatan di Tengah Arus Zaman

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Rabu, 17 Juni 2026 - 08:01 WIB

Rabu, 17 Juni 2026 - 08:01 WIB

50 Views ㅤ

Ilustrasi: Muslimah Shalihah (Dok MINA)

SEORANG MUSLIMAH memiliki satu kemuliaan yang tidak dimiliki oleh makhluk lain, yakni kehormatan.

Kehormatan adalah perhiasan yang jika dijaga, akan mengantarkan pemiliknya ke surga. Dan jika hilang, maka hilang pula cahaya yang menerangi kehidupannya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا، وَصَامَتْ شَهْرَهَا، وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا، وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا؛ قِيلَ لَهَا ادْخُلِي الْجَنَّةَ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

Baca Juga: 4 Amalan Muslimah yang Membuka Pintu Surga

“Apabila seorang wanita menunaikan shalat lima waktu, berpuasa di bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, maka akan dikatakan kepadanya: ‘Masuklah ke dalam surga dari pintu mana saja yang engkau kehendaki.'” (H.R. Ahmad).

Subhanallah. Betapa besar karunia Allah bagi Muslimah yang menjaga kehormatannya. Tidak hanya satu pintu, tetapi seluruh pintu surga terbuka untuknya.

Kehormatan, Mahkota yang Tak Ternilai

Kehormatan bagi seorang wanita bukanlah sekadar menjaga fisik dari sentuhan yang haram. Ia adalah benteng iman, cermin ketakwaan, dan tanda kemuliaan di hadapan Allah.

Baca Juga: Belajar Tidak Harus Berhenti Meski Sudah Berkeluarga

Allah berfirman dalam surat Al-Mu’minun:

وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ (5) إِلَّا عَلَىٰ أَزْوَاجِهِمْ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ

“Dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau hamba sahaya yang mereka miliki, maka sesungguhnya mereka tidak tercela.” (Q.S. Al-Mu’minun [23]: 5-6).

Ayat ini menegaskan bahwa menjaga kemaluan adalah tanda keimanan. Hanya pasangan yang halal, melalui ikatan pernikahan, yang menjadi pengecualian. Inilah mengapa pernikahan dalam Islam bukan sekadar tradisi, tetapi benteng moral yang melindungi martabat manusia.

Baca Juga: Mitos Bantuan untuk Wanita Bercerai pada Era Genosida Israel di Gaza

Tiga Pilar Kehormatan Muslimah

  1. Menjaga Diri di Hadapan Allah

Kehormatan dimulai dari kesadaran bahwa Allah selalu melihat. Seorang Muslimah yang menjaga shalat dan puasanya akan terlatih untuk menjaga diri dari segala bentuk kemaksiatan.

Shalat mengingatkannya setiap hari bahwa ada Yang Maha Melihat. Puasa mengajarkannya menahan nafsu, termasuk nafsu yang dapat menjerumuskan ke dalam dosa.

  1. Menjaga Diri di Hadapan Manusia

Di era digital yang serba terbuka, menjaga kehormatan menjadi tantangan yang sangat berat. Godaan datang dari berbagai arah: tayangan yang merusak, pergaulan bebas, hingga rayuan dunia maya.

Baca Juga: Benarkah Ibu Hamil Baca Surah Yusuf Bayinya Jadi Tampan?

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam memberikan wasiat penting:

مَنْ يَضْمَنْ لِي مَا بَيْنَ لَحْيَيْهِ وَمَا بَيْنَ رِجْلَيْهِ أَضْمَنْ لَهُ الْجَنَّةَ

“Barang siapa yang dapat menjamin (menjaga) apa yang di antara dua janggutnya (lisan) dan apa yang di antara dua kakinya (kemaluan), maka aku jamin surga baginya.” (H.R. Bukhari).

Menjaga lisan dari ghibah, dari fitnah, dan dari kata-kata kotor adalah bagian dari menjaga kehormatan. Demikian pula menjaga pandangan, langkah, dan interaksi dengan lawan jenis yang bukan mahram.

Baca Juga: Hari ASI Sedunia 2026: Fakta Penting yang Perlu Diketahui Setiap Orang Tua

  1. Menjaga Diri di Hadapan Suami

Bagi Muslimah yang telah menikah, ketaatan kepada suami adalah bagian dari ibadah yang agung. Bukan berarti ia kehilangan kemerdekaan, tetapi ketaatan itu adalah bentuk pengabdian kepada Allah melalui suami.

Bahkan, seorang istri yang menjaga harta, anak, dan aib suami ketika ia tidak ada, termasuk dalam golongan wanita shalehah.

Begitulah, kehormatan adalah kewajiban setiap Muslimah, baik yang sudah menikah maupun yang belum. Bagi yang belum menikah, menjaga diri dari pergaulan bebas, menjaga pandangan, dan menahan gejolak hati dari hal-hal yang diharamkan adalah jihad yang besar di zaman ini.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga mengingatkan para pemuda yang belum mampu menikah untuk berpuasa sebagai tameng dari hawa nafsu.  Ini menunjukkan betapa Islam serius menjaga kehormatan setiap Muslim, tanpa terkecuali.

Baca Juga: Hentikan Kebiasaan Ini Agar Perkembangan Sensorik Anak Berkembang Lebih Optimal!

Begitulah, kehormatan adalah pintu terbesar bagi Muslimah menuju surga. Jika shalat dan puasa adalah kewajiban yang telah dijaga, maka menjaga kehormatan adalah mahkota yang melengkapinya. Jangan biarkan godaan dunia merenggut kemuliaan itu.

Semoga Allah menjaga kehormatan kaum Muslimah kita, istri kita, anak-anak perempuan kita, cucu-cucu poerempuan dan keturunan kita.

Semoga Allah mengokohkan iman kita dan keluarga kita, serta mempertemukan kita semua di surga yang Allah janjikan. Aamiin. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sebotol Parfum untuk Al-Aqsa

Rekomendasi untuk Anda

Khadijah
MINA Sport
MINA Edu
Tausiyah