Warsawa, MINA – Pemilik klub sepak bola Polandia, Pogon Szczecin menolak tawaran transfer dari klub Israel, Maccabi Tel Aviv. Ia bahkan menyamakan menjalin bisnis dengan klub Zionis seperti berbisnis dengan Nazi Jerman.
Alex Haditaghi, pemilik klub, mengumumkan di media sosial X bahwa ia telah membatalkan negosiasi transfer dua pemain belakangnya, Dimitris Keramitsis dan Leo Borges, ke Maccabi Tel Aviv, demikian dikutip dari Middle East Monitor, Sabtu (6/6).
Dalam surat terbuka yang ditujukan kepada presiden klub Israel tersebut, Haditaghi menulis bahwa sepak bola seharusnya menjadi simbol harapan, rasa hormat, persatuan, dan kemanusiaan. Olahraga ini, katanya, harus lebih penting daripada politik, batas negara, atau perpecahan.
Namun, menurutnya, penderitaan warga sipil di Gaza, Lebanon, Iran, dan kawasan sekitarnya yang terus berlangsung membuat klubnya tidak pantas menjalin hubungan bisnis dengan klub Israel.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
“Mengingat penderitaan warga sipil tak berdosa di Gaza, Lebanon, Iran, dan seluruh kawasan, serta mengingat tindakan kekerasan, genosida, dan tidak manusiawi dari negara Israel, saya rasa tidaklah bermoral bagi klub kami untuk bertransaksi dengan klub yang mewakili Israel saat ini,” tulis Haditaghi.
Ia menegaskan, tanggung jawabnya tidak hanya soal keuangan klub, tapi juga menjaga nilai-nilai, prinsip, dan kemanusiaan.
“Seandainya saya hidup di masa Nazi Jerman, salah satu periode tergelap dalam sejarah, saya tak akan berbisnis dengan klub olahraga mana pun yang mewakili rezim Nazi. Rezim yang bertanggung jawab atas pembunuhan massal dan kejahatan terhadap jutaan orang tak berdosa,” ujarnya.
“Hari ini, saya harus menerapkan standar moral yang sama. Ada kalanya etika harus lebih kuat daripada keuntungan dan uang,” tambahnya.[]
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic