Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komite Administrasi Gaza Buatan Trump akan Bentuk Pasukan Polisi Baru

sri astuti - Jumat, 20 Februari 2026 - 23:12 WIB

Jumat, 20 Februari 2026 - 23:12 WIB

40 Views ㅤ

Polisi Laut Gaza - safa.ps -

Gaza, MINA – Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) mengumumkan pada Kamis (19/2), mereka telah membuka pendaftaran untuk membentuk pasukan polisi Palestina baru di Jalur Gaza.

Dalam pernyataan yang dipublikasikan di situs webnya, komite tersebut mengundang “individu yang berkualitas dan berkomitmen” untuk mengajukan lamaran guna melayani masyarakat dan memperkuat keamanan publik. Anadolu melaporkan.

Dikatakan bahwa tujuannya adalah untuk merekrut pria dan wanita Palestina dengan “kompetensi profesional yang tinggi dan komitmen untuk menjaga ketertiban dan stabilitas, mendukung supremasi hukum dan melindungi masyarakat dengan disiplin dan tanggung jawab nasional.”

Komite tersebut menggambarkan bergabung dengan pasukan tersebut sebagai “tugas nasional dan kontribusi aktif untuk membangun kembali kepercayaan dan keamanan dalam masyarakat Gaza.”

Baca Juga: Israel Culik 28 Warga Palestina di Tepi Barat, Termasuk Jurnalis Al Jazeera

“Pasukan polisi yang direncanakan akan dibangun di atas fondasi yang kokoh berupa akuntabilitas, transparansi, dan penghormatan terhadap hukum,” kata Komite tersebut.

“Anggota pasukan akan beroperasi di bawah kode etik yang jelas dan pengawasan serta akuntabilitas yang berkelanjutan,” tambah pernyataan itu.

NCAG adalah badan nonpolitik yang dibentuk di bawah rencana Gaza yang diusulkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Badan ini bertugas mengelola urusan layanan sipil sehari-hari di wilayah tersebut.

Baca Juga: Sedikitnya 234 Pemukim Israel Serbu Halaman Masjid Al-Aqsa

Badan ini terdiri dari 11 tokoh Palestina dan dipimpin oleh Ali Shaath.

Komite mulai beroperasi dari ibu kota Mesir, Kairo, pada pertengahan Januari tetapi belum mulai bekerja di dalam Gaza, di mana sekitar 2,4 juta warga Palestina menghadapi kondisi kemanusiaan yang parah.

Komite belum mulai beroperasi dari dalam Gaza, meskipun Hamas mengatakan telah menyelesaikan prosedur logistik dan administrasi untuk menyerahkan tugas pemerintahan sipil.

Masuknya anggota komite ke Gaza membutuhkan koordinasi lapangan dan keamanan melalui penyeberangan yang dikendalikan oleh Israel. Tidak ada penjelasan resmi yang dikeluarkan oleh Komite mengenai penundaan tersebut, dan Israel belum berkomentar tentang masalah ini. []

Baca Juga: Empat Warga Palestina Syahid dalam Pelanggaran Terbaru Israel di Gaza

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

Rekomendasi untuk Anda

Amerika
Internasional
Amerika