Maumere, MINA – Jumlah korban meninggal dunia akibat gempa bumi magnitudo 7,7 yang mengguncang sejumlah wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) bertambah menjadi 51 orang hingga Ahad (16/8). Data tersebut tercatat berdasarkan pemutakhiran Basarnas hingga pukul 09.00 WIB.
Kepala Basarnas Mohammad Syafii mengatakan, tambahan korban terjadi setelah tim SAR mengevakuasi empat warga dalam kondisi meninggal dunia, terdiri atas tiga orang di Kabupaten Manggarai Timur dan satu orang di Kabupaten Manggarai.
Dengan tambahan tersebut, korban meninggal di Manggarai menjadi 24 orang, sementara total korban meninggal akibat gempa mencapai 51 orang.
Selain korban meninggal, 64 orang dilaporkan mengalami luka berat. Basarnas masih melakukan pencarian dan evakuasi di sejumlah lokasi terdampak sehingga data korban masih memungkinkan berubah seiring proses pendataan di lapangan.
Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan
Gempa utama terjadi Sabtu (15/8) pukul 04.58 WIB dengan magnitudo 7,7 dan berpusat sekitar 30 kilometer timur laut Mbay, Kabupaten Nagekeo, pada kedalaman 15 kilometer. BMKG sempat mengeluarkan peringatan dini tsunami setelah gempa tersebut, sebelum mengakhirinya pada pukul 07.30 WIB.
BMKG juga mencatat aktivitas gempa susulan masih terjadi setelah gempa utama. Hingga pukul 14.00 WIB pada Sabtu, tercatat 235 aktivitas gempa susulan dengan magnitudo berkisar 2,5 hingga 6,2. Kondisi tersebut membuat masyarakat di wilayah terdampak diminta tetap waspada, terutama terhadap bangunan yang mengalami kerusakan.
Di tengah proses evakuasi dan penanganan korban, pemerintah mempercepat pengiriman bantuan ke wilayah terdampak. Hingga Sabtu malam, sebanyak 27 ton logistik telah dikirim ke NTT melalui sejumlah penerbangan pesawat Hercules. Pemerintah juga mengerahkan lebih dari 3.500 personel TNI-Polri untuk membantu evakuasi, pemulihan dan distribusi bantuan di berbagai wilayah Flores. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic