Dhaka, MINA – Pemerintah Bangladesh memberlakukan pembatasan jam operasional pasar hingga pukul 19.00 waktu setempat sebagai bagian dari langkah penghematan energi di tengah krisis pasokan listrik dan meningkatnya tekanan terhadap sektor energi nasional.
Kebijakan tersebut diterapkan untuk menekan konsumsi listrik sekaligus menjaga stabilitas pasokan bagi kebutuhan masyarakat dan sektor vital lainnya. Channel News Asia melaporkan, Rabu (3/6).
Otoritas Bangladesh menyatakan bahwa pembatasan jam buka pasar dilakukan setelah meningkatnya kebutuhan energi dalam beberapa bulan terakhir.
Pemerintah menilai pengurangan aktivitas komersial pada malam hari dapat membantu mengurangi beban jaringan listrik yang saat ini menghadapi tekanan akibat tingginya biaya impor energi dan ketidakpastian pasokan global.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Kebijakan tersebut berdampak pada pusat-pusat perdagangan di Dhaka dan sejumlah kota besar lainnya. Para pedagang diminta menyesuaikan jam operasional dan memaksimalkan aktivitas penjualan pada siang hingga sore hari.
Meski sebagian pelaku usaha mengkhawatirkan penurunan pendapatan, pemerintah menegaskan langkah tersebut bersifat strategis untuk mencegah krisis listrik yang lebih serius.
Bangladesh dalam beberapa tahun terakhir menghadapi tantangan besar di sektor energi karena ketergantungan pada impor bahan bakar, terutama gas alam cair (LNG) dan minyak.
Gejolak harga energi global yang dipicu konflik geopolitik telah meningkatkan biaya impor dan membebani anggaran negara. Sebagai negara berpenduduk lebih dari 177 juta jiwa, kebutuhan energi Bangladesh terus meningkat seiring pertumbuhan ekonomi dan urbanisasi yang pesat.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Selain membatasi jam operasional pasar, pemerintah Bangladesh sebelumnya juga menerapkan berbagai langkah penghematan energi, termasuk pengurangan penggunaan penerangan di gedung-gedung pemerintah, kampanye efisiensi listrik, serta penyesuaian konsumsi energi pada sektor industri.
Langkah-langkah tersebut diambil untuk menjaga kestabilan pasokan listrik dan mengurangi risiko pemadaman bergilir yang dapat mengganggu aktivitas ekonomi nasional.
Meskipun berpotensi menekan aktivitas perdagangan dalam jangka pendek, langkah tersebut dipandang sebagai upaya pemerintah Bangladesh untuk menjaga ketahanan energi nasional sambil mencari solusi jangka panjang melalui diversifikasi sumber energi dan peningkatan kapasitas pembangkit listrik domestik. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
















Mina Indonesia
Mina Arabic