Jakarta, MINA – Kualitas udara di Jakarta pada Senin (3/11) pagi tercatat dalam kategori tidak sehat, menurut data dari laman pemantau kualitas udara dunia, IQAir, yang diperbarui pada pukul 05.00 WIB. Masyarakat, terutama kelompok rentan, diimbau untuk mengenakan masker saat beraktivitas di luar ruangan.
IQAir mencatat indeks kualitas udara (AQI) Jakarta berada pada angka 112, dengan konsentrasi polutan PM 2,5 mencapai 52 mikrogram per meter kubik. Angka tersebut 10,4 kali lebih tinggi dari ambang batas panduan tahunan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
PM 2,5 merupakan partikel halus berukuran lebih kecil dari 2,5 mikron yang terdapat dalam debu, asap, dan jelaga. Paparan jangka panjang terhadap partikel ini dapat meningkatkan risiko kematian dini, terutama pada penderita penyakit jantung dan paru-paru kronis.
Sebagai langkah pencegahan, masyarakat disarankan mengurangi aktivitas di luar ruangan, menutup jendela, serta menggunakan alat penyaring udara di dalam rumah.
Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan
Dalam pantauan IQAir, kualitas udara Jakarta menempati peringkat keempat terburuk di Indonesia, di bawah Serpong, Banten (178); Tangerang (175); dan Tangerang Selatan (157).
Di sisi lain, fenomena hujan yang mengandung mikroplastik di wilayah Jakarta juga menambah kekhawatiran terhadap kualitas udara dan lingkungan perkotaan.
Ketua Sub-Kelompok Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Rahmat Aji Pramono, mengimbau masyarakat agar memantau kondisi udara sebelum beraktivitas di luar rumah.
Ia menyarankan penggunaan masker KN95 bagi kelompok sensitif meski terasa kurang nyaman karena ketebalannya. Namun, masker medis biasa juga dinilai cukup efektif untuk mengurangi paparan partikel PM 2,5 yang di antaranya mengandung unsur mikroplastik.
“Masker medis sudah cukup membantu menyaring sebagian besar partikel halus di udara, termasuk mikroplastik,” ujarnya.
Kualitas udara yang menurun ini diharapkan menjadi perhatian serius semua pihak, mengingat dampaknya tidak hanya terhadap kesehatan pernapasan, tetapi juga pada kualitas hidup masyarakat ibu kota secara keseluruhan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: BPOM Ungkap Sejumlah Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin
















Mina Indonesia
Mina Arabic