Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari Setengah Juta Warga Mengungsi Akibat Konflik Thailand–Kamboja

Widi Kusnadi Editor : Widi Kusnadi - Senin, 22 Desember 2025 - 06:00 WIB

Senin, 22 Desember 2025 - 06:00 WIB

4 Views ㅤ

Bentrok Thailand–Kamboja Meluas, 10 Tewas dan 500 ribu Warga Mengungsi (Doc : SS Youtube)

Phnom Penh, MINA – Konflik bersenjata yang kembali meletus di perbatasan antara Thailand dan Kamboja telah memaksa lebih dari 500.000 warga sipil meninggalkan rumah mereka untuk mencari tempat aman, demikian disampaikan otoritas setempat, Ahad (21/12).

Situasi kemanusiaan di kawasan perbatasan kian memburuk seiring eskalasi tembakan artileri, serangan udara, dan penggunaan drone oleh kedua belah pihak. Al-Jazeera melaporkan.

Bentrok yang berlangsung lebih dari dua pekan ini telah menjadi salah satu krisis pengungsian terbesar di Asia Tenggara dalam beberapa tahun terakhir. Otoritas Kamboja melaporkan sekitar 518.611 warga terpaksa mengungsi dari rumah, sekolah, dan desa mereka untuk menghindari ancaman langsung dari serangan militer di wilayah-wilayah frontier.

Tak hanya di Kamboja, pemerintah Thailand juga mengakui ratusan ribu warga di sejumlah provinsi perbatasan ikut kehilangan tempat tinggal mereka akibat konflik yang kembali memanas. Korban pengungsian mencakup perempuan, lansia, dan anak-anak yang kini mencari perlindungan di kamp-kamp darurat serta rumah keluarga di daerah aman.

Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS

Kedua negara saling tuding atas pecahnya kembali pertikaian bersenjata tersebut. Insiden ini berakar pada sengketa panjang penetapan batas wilayah kolonial yang belum terselesaikan, yang diperparah dengan klaim atas situs-situs budaya dan kuil kuno di sepanjang garis perbatasan sepanjang sekitar 800 kilometer.

Sejumlah upaya diplomasi internasional telah dilancarkan untuk meredakan ketegangan. Amerika Serikat, China, dan negara-negara ASEAN, termasuk Malaysia sebagai ketua blok regional saat ini, telah menyerukan gencatan senjata dan dialog antara Bangkok dan Phnom Penh. Meski demikian, pertempuran berlanjut dan gencatan yang pernah disepakati sebelumnya sempat runtuh.

Situasi makin komplek dengan penutupan beberapa jalur perbatasan penting, langkah-langkah repatriasi warga serta dorongan komunitas internasional untuk menempatkan misi pencari fakta di lapangan. Sementara itu, dampak kemanusiaan masih terus dirasakan oleh ribuan keluarga yang hidup dalam kondisi tidak pasti akibat konflik ini.  []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru

Rekomendasi untuk Anda