Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mahasiswa Bergabung dengan Buruh di Depan DPR RI pada May Day 2026

Mujiburrahman Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 1 Mei 2026 - 17:00 WIB

Jumat, 1 Mei 2026 - 17:00 WIB

61 Views ㅤ

Jakarta, MINA – Sejumlah mahasiswa dari berbagai elemen mendatangi Gedung DPR RI di kawasan Senayan, Jakarta, pada peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026, Jumat (1/5) sore.

Pantauan di lokasi sekitar pukul 15.25 WIB, massa mahasiswa awalnya mengenakan almamater berwarna kuning dan biru. Namun, setibanya di depan Gedung DPR RI, mereka melepaskan atribut kampus tersebut dan menggantinya dengan kaos berwarna hitam sebagai simbol solidaritas.

“Hidup mahasiswa!” pekik massa yang disusul dengan seruan, “Hidup buruh,” sebagai bentuk dukungan terhadap perjuangan kaum pekerja.

Aksi tersebut menambah jumlah massa yang sebelumnya telah didominasi oleh kelompok buruh yang berkumpul di depan kompleks parlemen. Sementara itu, arus lalu lintas dari arah Slipi menuju Gedung DPR RI dialihkan ke kawasan Gelora Bung Karno (GBK) untuk mengantisipasi kepadatan di sekitar lokasi aksi.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Pada kesempatan terpisah, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad menerima perwakilan massa buruh dalam rangkaian peringatan May Day tersebut.

Ia menyampaikan bahwa pemerintah bersama DPR menargetkan pembentukan Undang-Undang Ketenagakerjaan yang baru dapat rampung paling lambat akhir tahun 2026.

Menurut Dasco, penyusunan materi awal undang-undang tersebut akan melibatkan secara aktif perwakilan buruh.

“Pemerintah dan DPR sudah sepakat bahwa paling lambat akhir tahun ini kita melaksanakan putusan Mahkamah Konstitusi untuk membentuk Undang-Undang Tenaga Kerja yang baru,” ujarnya di Gedung DPR RI, Jakarta.

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Ia menambahkan, percepatan pembahasan undang-undang tersebut sangat bergantung pada kesiapan dan kontribusi dari kalangan buruh dalam merumuskan substansi yang akan dibahas bersama pemerintah dan DPR.

Aksi mahasiswa dan buruh ini berlangsung dalam suasana tertib dengan pengawalan aparat keamanan, sekaligus menjadi momentum penyampaian aspirasi terkait kebijakan ketenagakerjaan di Indonesia. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Mantan Kapolri Listyo Sigit dan Dua Jenderal Polri Ditangkap Terkait Penyadapan Nomor Telepon Presiden

Rekomendasi untuk Anda