Makkah, MINA — Pemerintah Kerajaan Arab Saudi mengeluarkan peringatan cuaca menyusul potensi hujan lebat, badai petir, angin kencang, dan banjir bandang di sejumlah wilayah, termasuk Makkah dan Madinah.
Pusat Meteorologi Nasional (NCM) menerbitkan peringatan merah untuk beberapa kawasan di Provinsi Makkah dan peringatan oranye untuk wilayah tertentu di Madinah. Arabnews melaporkan, Jumat (28/8).
Peringatan merah mencakup Taif, Al-Kamil, Adham, dan daerah sekitarnya di wilayah Makkah yang berpotensi mengalami hujan lebat. Sementara itu, peringatan oranye diberlakukan di Al-Ais, Al-Mahd, Badr, dan sekitarnya di wilayah Madinah. Peringatan kuning juga diterbitkan untuk Rabigh, Jeddah, Al-Khurmah, dan kawasan sekitarnya.
NCM memperkirakan badai petir dengan intensitas sedang hingga lebat dapat disertai hujan es dan angin kencang yang membawa debu serta pasir. Kondisi tersebut berpotensi memicu banjir bandang di sejumlah wilayah Jazan, Asir, Al-Baha, Makkah, dan Madinah.
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
Masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan mengikuti arahan otoritas setempat.
Cuaca tidak stabil juga berpotensi terjadi di sejumlah wilayah lain, termasuk Perbatasan Utara, Jazan, serta bagian selatan Provinsi Timur dan Riyadh. Kabut diperkirakan dapat muncul pada malam hingga dini hari di kawasan pesisir timur Saudi sehingga berpotensi mengurangi jarak pandang.
Di tengah ancaman hujan dan badai, suhu di sejumlah wilayah Arab Saudi tetap tinggi. NCM memperkirakan suhu maksimum Madinah mencapai 47 derajat Celsius, tertinggi dalam prakiraan tersebut, disusul Dammam 46 derajat serta Riyadh dan Buraidah masing-masing 45 derajat. Adapun suhu maksimum Makkah diperkirakan mencapai 43 derajat Celsius.
Untuk Makkah dan Madinah, prakiraan menunjukkan adanya hujan, angin aktif, serta debu beterbangan. Kondisi ini menjadi perhatian bagi masyarakat maupun jamaah yang melakukan aktivitas di luar ruangan di dua kota suci tersebut.
Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa
Pemerintah Arab Saudi melalui otoritas terkait mengimbau masyarakat menghindari lokasi yang rawan genangan atau banjir serta memantau informasi cuaca resmi selama kondisi tidak stabil berlangsung. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik
















Mina Indonesia
Mina Arabic