Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Malaysia Siap Kerahkan Pesawat dan Helikopter Padamkan Karhutla Kalimantan

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Sabtu, 19 September 2026 - 06:55 WIB

Sabtu, 19 September 2026 - 06:55 WIB

41 Views ㅤ

Pesawat Malaysia untuk padamkan Karhutla (foto: IG)

Jakarta, MINA – Malaysia siap mengirimkan bantuan berupa satu pesawat, tiga helikopter, dan 52 personel pemadam kebakaran untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.

Presiden Prabowo Subianto mengatakan, tawaran bantuan tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi saat bertemu di kediaman Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9).

Bantuan itu akan dikirim dalam waktu dekat setelah mendapat persetujuan pemerintah Indonesia.

Otoritas Penanggulangan Bencana Malaysia (NADMA) menyebut pesawat yang ditawarkan berupa Bombardier CL-415MP milik Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia. Pesawat tersebut memiliki kemampuan mengambil air dari sumber air seperti sungai, danau, atau laut untuk kemudian menjatuhkannya di kawasan yang terbakar.

Baca Juga: 109 Tahun Balfour, Parlemen Arab Tegaskan Hak Palestina Tak Bisa Dihapus oleh Waktu

Selain pesawat, tiga helikopter dan 52 personel juga disiapkan. Personel tersebut berasal dari sejumlah unsur Malaysia, termasuk NADMA, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia, dan Angkatan Tentera Udara Diraja Malaysia.

Prabowo mengatakan Indonesia sebelumnya juga telah menerima bantuan dari Jepang dan sejumlah negara lain turut menawarkan dukungan untuk menangani karhutla. Menurutnya, kebakaran hutan merupakan persoalan lingkungan yang dampaknya dapat dirasakan hingga negara-negara tetangga.

Kerja sama tersebut berlangsung di tengah upaya pemerintah Indonesia menangani karhutla sekaligus mencegah kejadian serupa berulang. Prabowo menyatakan pemerintah sedang menyusun langkah pencegahan secara menyeluruh, sementara kerja sama dengan negara tetangga diperlukan karena dampak asap dapat melintasi batas wilayah.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Waspadai Ancaman Siber Israel

Rekomendasi untuk Anda