Jakarta, MINA – Malaysia siap mengirimkan bantuan berupa satu pesawat, tiga helikopter, dan 52 personel pemadam kebakaran untuk membantu Indonesia menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan, tawaran bantuan tersebut disampaikan Wakil Perdana Menteri Malaysia Ahmad Zahid Hamidi saat bertemu di kediaman Presiden di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (18/9).
Bantuan itu akan dikirim dalam waktu dekat setelah mendapat persetujuan pemerintah Indonesia.
Otoritas Penanggulangan Bencana Malaysia (NADMA) menyebut pesawat yang ditawarkan berupa Bombardier CL-415MP milik Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia. Pesawat tersebut memiliki kemampuan mengambil air dari sumber air seperti sungai, danau, atau laut untuk kemudian menjatuhkannya di kawasan yang terbakar.
Baca Juga: 109 Tahun Balfour, Parlemen Arab Tegaskan Hak Palestina Tak Bisa Dihapus oleh Waktu
Selain pesawat, tiga helikopter dan 52 personel juga disiapkan. Personel tersebut berasal dari sejumlah unsur Malaysia, termasuk NADMA, Agensi Penguatkuasaan Maritim Malaysia, dan Angkatan Tentera Udara Diraja Malaysia.
Prabowo mengatakan Indonesia sebelumnya juga telah menerima bantuan dari Jepang dan sejumlah negara lain turut menawarkan dukungan untuk menangani karhutla. Menurutnya, kebakaran hutan merupakan persoalan lingkungan yang dampaknya dapat dirasakan hingga negara-negara tetangga.
Kerja sama tersebut berlangsung di tengah upaya pemerintah Indonesia menangani karhutla sekaligus mencegah kejadian serupa berulang. Prabowo menyatakan pemerintah sedang menyusun langkah pencegahan secara menyeluruh, sementara kerja sama dengan negara tetangga diperlukan karena dampak asap dapat melintasi batas wilayah.
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic