Mojokerto, MINA – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Cendono, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, masih menghadapi kendala berat akibat medan yang curam dan sulit dijangkau.
Kondisi tersebut membuat proses pemadaman harus dilakukan secara bertahap dengan mengutamakan keselamatan personel di lapangan.
Tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Perhutani, TNI, Polri, Masyarakat Peduli Api (MPA), serta relawan hingga Jumat (17/7) terus berupaya mengendalikan kobaran api. Selain akses yang terbatas, tiupan angin di kawasan pegunungan juga menyebabkan api mudah merambat ke vegetasi kering di sekitarnya.
Petugas mengandalkan peralatan manual untuk membuat sekat bakar dan mencegah api meluas ke area hutan yang masih aman. Hingga kini, proses pemadaman belum dapat dilakukan secara maksimal karena lokasi titik api berada di lereng yang terjal dan jauh dari sumber air.
Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar
Pemerintah daerah terus memantau perkembangan kebakaran sambil menyiapkan langkah antisipasi apabila api meluas ke kawasan yang lebih luas. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, seperti membakar sampah atau meninggalkan api unggun di kawasan hutan.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelumnya mengingatkan bahwa musim kemarau meningkatkan potensi terjadinya kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia.
Vegetasi yang mengering serta kelembapan udara yang rendah membuat api lebih cepat menyebar, terutama di kawasan pegunungan dan hutan.
Petugas berharap kondisi cuaca mendukung upaya pemadaman sehingga titik-titik api dapat segera dikendalikan. Pemerintah juga mengajak masyarakat berperan aktif melaporkan apabila menemukan indikasi kebakaran agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat sebelum api meluas. []
Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic