Washington D.C., MINA — Salah satu media bersejarah di Amerika Serikat The Washington Post mengumumkan program Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) besar-besaran yang diperkirakan akan berdampak pada ratusan pekerja di berbagai divisi pada Rabu (4/2).
Menurut keterangan yang disampaikan dalam pertemuan internal perusahaan, PHK ini mencakup sekitar sepertiga dari seluruh staf, termasuk jurnalis dari berbagai bagian liputan.
Rencana tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya “strategic reset” untuk menyesuaikan operasi media dengan tantangan industri yang semakin kompetitif dan berubah cepat akibat perkembangan teknologi serta pola konsumsi berita digital.
Eksekutif redaksi The Washington Post, Matt Murray mengatakan bahwa perusahaan mengalami tekanan finansial yang signifikan dan perlu merombak struktur organisasi agar dapat “lebih relevan” dengan pembaca di tengah persaingan yang ketat.
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
Murray menyinggung bahwa media menghadapi penurunan lalu lintas pembaca dan harus beradaptasi.
Dampak pemangkasan ini dirasakan di berbagai area liputan, termasuk pengurangan tim olahraga, pengurangan pemberitaan internasional, penutupan bagian buku, serta penangguhan produksi podcast harian Post Reports.
Beberapa koresponden luar negeri juga diberitakan salah satu kelompok yang terkena dampak pemutusan hubungan kerja.
Serikat pekerja yang mewakili para karyawan mengkritik langkah tersebut, menyatakan bahwa PHK massal dapat melemahkan kapasitas jurnalisme faktual dan mendalam yang selama ini menjadi ciri khas The Washington Post.
Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru
Sejumlah mantan editor media bahkan menyebut tindakan tersebut sebagai salah satu hari tergelap dalam sejarah media, yang berisiko memangkas suara independen di publik.
The Washington Post saat ini milik pendiri Amazon, Jeff Bezos telah melakukan serangkaian pengurangan staf selama beberapa tahun terakhir akibat perubahan model bisnis media dan tantangan ekonomi.
Gelombang PHK ini menjadi yang paling besar dalam sejarah panjang media tersebut, mencerminkan tekanan yang lebih luas yang dihadapi industri pers cetak dan digital di era transformasi media global. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic