Melumpuhkan Setan di Pertarungan Malam

Oleh Rudi Hendrik, jurnalis Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

قَالَ فَإِنَّكَ مِنَ ٱلۡمُنظَرِينَ # إِلَىٰ يَوۡمِ ٱلۡوَقۡتِ ٱلۡمَعۡلُومِ # قَالَ فَبِعِزَّتِكَ لَأُغۡوِيَنَّهُمۡ أَجۡمَعِينَ # إِلَّا عِبَادَكَ مِنۡهُمُ ٱلۡمُخۡلَصِينَ

Artinya, “Allah berfirman, ‘Sesungguhnya kamu (Iblis) termasuk orang-orang yang diberi tangguh, sampai kepada hari yang telah ditentukan waktunya (hari kiamat)’. Iblis menjawab, ‘Demi kekuasaan Engkau aku akan menyesatkan mereka (manusia) semuanya, kecuali hamba-hamba-Mu yang mukhlis di antara mereka’.” (QS. Shad [38] ayat 80-83).

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ كُلُوا۟ مِمَّا فِى ٱلْأَرْضِ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَلَا تَتَّبِعُوا۟ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

Artinya, “Hai sekalian manusia, makanlah yang halal lagi baik dari apa yang terdapat di bumi, dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan; karena sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah [2] ayat 168).

Jenis setan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاس *ِ مَلِكِ النَّاسِ * إِلَهِ النَّاس * مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاس *ِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ * مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاس (سورة الناس

Artinya, “Katakanlah, aku berlindung kepada Tuhannya manusia. Rajanya manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) setan yang bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia.” (QS An-Naas [114] ayat 1-6).

Di dalam ayat-ayat yang mulia di dalam surat An-Naas tersebut, diperintahkan agar manusia berlindung dari bisikan setan yang bersembunyi, yang senantia membisikkan ke dalam dada manusia.

Di ayat terakhir, dijelaskan setan ada dua macam, yaitu dari golongan jin dan dari golongan manusia.

Al-Hasan Al-Bashri  berkata, “Kedua-duanya merupakan setan, adapun setan yang berbentuk jin maka dia membisikkan ke dalam dada manusia, dan adapun setan yang berwujud manusia maka dia datang secara jelas dan nyata.”

Qatadah berkata, “Sesungguhnya dari golongan jin itu ada setan-setannya, demikian pula dari golongan manusia pun ada setan-setannya, maka hendaklah berlindung kepada Allah dari setan-setan jenis manusia  maupun dari jenis jin.”

Ibnul Qoyyim Al-Jauziyyah berkata, “Yang benar dalam memberikan pengertian tentang ayat dalam firman Allah (مِنْ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ), yaitu menjelaskan tentang siapa yang membisikkan, dan mereka ada dua macam, yaitu jenis jin dan manusia. Adapun jin maka dia membisikkan ke dalam dada manusia, sedang manusia pun juga membisikkan ke dalam dada manusia. Dan bentuk kesertaan keduanya dalam bisikan ini adalah  kesertaan keduanya dalam menebarkan pengaruh setan.”

Tiga strategi setan di malam hari dan cara melumpuhkannya

Setan tidak akan membiarkan setiap hamba Allah yang akan berbuat kebaikan. Ia akan berusaha menghalangi agar hamba tersebut batal melaksanakan niat baiknya.

Jika ia gagal dalam hal ini dan hamba itu mampu melaksanakan kebaikan itu, maka setan akan berusaha untuk merusak pelaksanaan kebaikan tersebut. Jika hamba itu berhasil melaksanakan kebaikan, maka setan akan mempermainkan hati hamba tersebut agar rusak nilai kebaikannya.

Qiyamul lail atau salat malam termasuk amalan yang paling dibenci setan. Setan sangat tidak suka terhadap orang yang akan melaksanakan ibadah malam atau yang sedang melaksanakannya. Di siang harinya, setan akan berusaha menyeret orang tersebut banyak berbuat maksiat, agar ia berat dan sulit bangun di malam hari. Saat mau tidur, setan juga menggodanya agar lupa berdoa dan berzikir, agar mudah baginya untuk melelapkan tidurnya.

Di tengah malam pun setan sibuk memasang perangkap dan bujukan agar hamba itu malas bangun malam.

Ada tiga strategi setan di malam hari yang harus kita kenali lalu kita lumpuhkan, agar kita bisa keluar sebagai pemenang dalam pertarungan ini.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam telah menginformasikan melalui hadis-hadisnya.

Pertama, setan memprovokasi kita agar lupa berdoa dan berzikir saat mau tidur atau bangun tidur.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Apabila seorang hamba merebahkan diri di pembaringannya, malaikat dan setan mengitarinya. Malaikat menyeru, ‘Tutuplah harimu dengan kebaikan!’. Sedangkan setan berbisik, ‘Tutuplah harimu dengan keburukan!’. Apabila hamba itu berzikir (berdoa) kepada Allah sampai tertidur, maka malaikat mengusir setan dan ia terus menjaganya. Apabila hamba itu bangun, malaikat dan setan kembali mengitarinya. Malaikat menyeru, ‘Bukalah harimu dengan kebaikan!’. Namun setan berbisik, ‘Bukalah harimu dengan keburukan!’. Apabila hamba itu berdoa (Alhamdulillah, alladzi ahya nafsi ba’dama amataha….), maka malaikat mengusir setan dan ia senantiasa menjaganya.” (HR. Ibnu Hibban, Al-Hakim mengatakan shahih. Imam Adz-Dzahabi juga menyepakatinya, karena para perawinya terpercaya).

Cara melumpuhkannya. Kita bisa melumpuhkan strategi itu dengan cara berdoa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala pada saat mau tidur dan saat bangun tidur sebagaimana yang telah diajarkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam.

Mau tidur kita membaca doa “Bismika amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu aku mati dan hidup).”

Saat terbangun, kita membaca, “Alhamdulillahil ladzii ahyaanaa ba’da maa amaatanaa wa ilaihin nusyuur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya-lah kami akan kembali).” (HR. Bukhari no. 5837).

Kedua, setan mengikat orang yang tidur dengan tiga ikatan.

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ يُوسُفَ قَالَ أَخْبَرَنَا مَالِكٌ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّه صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ يَعْقِدُ الشَّيْطَانُ عَلَى قَافِيَةِ رَأْسِ أَحَدِكُمْ إِذَا هُوَ نَامَ ثَلَاثَ عُقَدٍ يَضْرِبُ كُلَّ عُقْدَةٍ عَلَيْكَ لَيْلٌ طَوِيلٌ فَارْقُدْ فَإِنْ اسْتَيْقَظَ فَذَكَرَ اللَّهَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ تَوَضَّأَ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَإِنْ صَلَّى انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَأَصْبَحَ نَشِيطًا طَيِّبَ النَّفْسِ وَإِلَّا أَصْبَحَ خَبِيثَ النَّفْسِ كَسْلَانَ

Artinya, “Setan mengikat tengkuk kepala seseorang dari kalian saat dia tidur dgn tiga tali ikatan dan setan mengikatkannya sedemikian rupa sehingga setiap ikatan diletakkan pada tempatnya lalu (dikatakan) kamu akan melewati malam yang sangat panjang maka tidurlah dengan nyenyak. Jika dia bangun dan mengingat Allah, maka lepaslah satu tali ikatan. Jika kemudian dia berwudu, maka lepaslah tali yang lainnya, dan bila ia mendirikan salat, lepaslah seluruh tali ikatan dan pada pagi harinya ia akan merasakan semangat dan kesegaran yang menenteramkan jiwa. Namun bila dia tak melakukan seperti itu, maka pagi harinya jiwanya merasa tak segar dan menjadi malas beraktifitas.” (HR. Bukhari No.1074).

Cara melumpuhkannya, tiap ikatan kita lepas dengan cara yang telah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam jelaskan. Begitu kita terbangun segeralah berdoa, kemudian segera ke kamar mandi untuk berwudu, lalu melaksanakan salat.

Jika waktu Subuh belum tiba, segera salat malam meskipun hanya dua rakaat. Bila ketika bangun telah masuk waktu Subuh, segelah salat Subuh di awal waktu. Dengan demikian, kita akan mengawali hari kita dengan kebaikan dan keberkahan.

Ketiga, setan mengencingi telinga orang yang tidur. Strategi ini setan lakukan agar orang yang tidur tidak mendengar lantunan azan atau suara yang bisa menyebabkan terbangun.

Sahabat Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu berkata, “Telah diceritakan di sisi Rasulullah tentang orang yang masih terlelap tidur sampai pagi hari sehingga ia tidak melaksanakan salat. Rasulullah bersabda,

ذَاكَ رَجُلٌ بَالَ الشَّيْطَانُ فِى أُذُنَيْهِ – أَوْ قَالَ – فِى أُذُنِهِ

Artinya, “Setan telah mengencingi telinganya.” (HR. Bukhari no.1076).

Cara melumpuhkannya. Lakukan tindakan pencegahan dengan menyiapkan sesuatu yang bisa menggugah dan membangunkan kita dari tidur nyenyak. Seperti, sebelum tidur memasang alarm pada jam-jam tertentu yang diinginkan, atau berpesan kepada anggota keluarga yang lain untuk membangunkannya di malam hari.

Demikianlah pengungkapkan tiga strategi setan terhadap manusia di malam hari dan cara-cara melumpuhkan setan yang adalah musuh nyata bagi manusia. Selamat bertarung, semoga Allah memenangkan kita semua dari setan. Aamiin!

لاَ حَوْلَ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِاللَّهِ

(P001/R02)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)