Madinah, MINA – Operasi pemberangkatan jamaah haji Indonesia gelombang pertama dari Madinah menuju Makkah resmi berakhir pada Jumat pagi waktu setempat.
Seluruh jamaah yang sebelumnya berada di Kota Nabi kini telah diberangkatkan ke Makkah untuk mempersiapkan diri menghadapi fase puncak ibadah haji di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna).
Kepala Daerah Kerja (Daker) Madinah Khalilurrahman mengatakan kloter terakhir yang diberangkatkan berasal dari embarkasi Ujung Pandang, Kertajati, dan Batam.
Ia menyebut proses pendorongan jamaah dari Madinah menuju Makkah berjalan tertib, aman, dan lancar, termasuk layanan transportasi, konsumsi, serta akomodasi selama operasional berlangsung.
Baca Juga: 109 Tahun Balfour, Parlemen Arab Tegaskan Hak Palestina Tak Bisa Dihapus oleh Waktu
Sebelum menuju Makkah, para jamaah terlebih dahulu mengambil miqat di Bir Ali untuk memulai niat ihram. Selama lebih dari dua pekan terakhir, ratusan kloter jamaah Indonesia diberangkatkan secara bertahap dari Madinah menggunakan armada bus menuju Kota Suci.
Hingga menjelang penutupan operasional, lebih dari 88 ribu jamaah tercatat telah melintasi Bir Ali sebagai bagian dari rangkaian perjalanan haji tahun ini.
Memasuki fase puncak haji, pemerintah Indonesia dan otoritas Arab Saudi meningkatkan koordinasi pelayanan jamaah di Makkah, terutama terkait transportasi, kesehatan, dan pengaturan pergerakan massa.
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) juga mulai melakukan konsolidasi menghadapi operasional Armuzna guna mengantisipasi kepadatan jutaan jamaah dari berbagai negara.
Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Waspadai Ancaman Siber Israel
Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi sebelumnya mengimbau jamaah untuk menjaga kondisi fisik dan mengatur aktivitas secara bijak menjelang wukuf di Arafah.
Cuaca panas ekstrem di Makkah menjadi perhatian serius karena dapat meningkatkan risiko kelelahan dan gangguan kesehatan, khususnya bagi jamaah lanjut usia yang jumlahnya cukup besar pada musim haji tahun ini.
Musim haji 2026 sendiri diikuti lebih dari 860 ribu jamaah dari berbagai negara yang telah tiba di Arab Saudi hingga pertengahan Mei.
Pemerintah Saudi menyatakan telah menyiapkan berbagai inovasi layanan dan sistem pengamanan untuk memastikan kelancaran ibadah haji di tengah tingginya mobilitas jamaah yang diperkirakan terus meningkat menjelang puncak pelaksanaan haji. []
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
















Mina Indonesia
Mina Arabic