Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menkeu: Pemerintah Tambah Subsidi BBM Rp100 Triliun untuk Redam Dampak Gejolak Global

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 1 April 2026 - 16:31 WIB

Rabu, 1 April 2026 - 16:31 WIB

19 Views ㅤ

Menkeu: Pemerintah Tambah Subsidi BBM Rp100 Triliun untuk Redam Dampak Gejolak Global
Pengisian BBM di SPBU (Foto: x)

Jakarta, MINA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, Pemerintah Indonesia memutuskan menambah anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) hingga Rp100 triliun guna menjaga stabilitas harga energi di tengah tekanan global yang terus meningkat.

Kebijakan tersebut diambil pada Rabu (1/4) sebagai langkah antisipatif terhadap lonjakan harga minyak dunia yang dipicu ketegangan geopolitik, termasuk konflik di kawasan Timur Tengah. Pemerintah berupaya memastikan harga BBM bersubsidi tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama kelompok menengah ke bawah.

Penambahan anggaran ini melengkapi realisasi belanja subsidi energi yang hingga awal tahun 2026 telah mencapai sekitar Rp51,5 triliun atau sekitar 11,5 persen dari total pagu yang disiapkan dalam APBN. Pemerintah menilai tekanan terhadap subsidi akan terus meningkat seiring fluktuasi harga minyak dunia.

Meski demikian, pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat dan menekan potensi inflasi. Kenaikan harga BBM dinilai dapat berdampak luas terhadap harga kebutuhan pokok serta biaya transportasi, sehingga langkah mempertahankan subsidi dianggap lebih aman dalam jangka pendek.

Baca Juga: Menko Yusril: Kasus Penyadapan Presiden Belum Mengarah ke Makar

Di sisi lain, sejumlah ekonom mengingatkan bahwa beban subsidi energi yang membengkak dapat menekan ruang fiskal negara. Oleh karena itu, pemerintah juga didorong untuk memperbaiki tata kelola subsidi agar lebih tepat sasaran, mengingat potensi kebocoran distribusi yang sebelumnya diperkirakan mencapai puluhan triliun rupiah.

Dengan kondisi global yang masih tidak menentu, pemerintah dihadapkan pada dilema antara menjaga stabilitas harga domestik dan mempertahankan kesehatan fiskal negara.

Kebijakan penambahan subsidi ini menjadi sinyal bahwa pemerintah masih memprioritaskan perlindungan masyarakat di tengah gejolak ekonomi dan energi dunia. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Listyo Sigit Ditahan di Mabes Polri, Kasus Penyadapan HP Presiden Prabowo

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Rupiah di Angka Rp17.577, Pasar Cermati Inflasi AS dan Konflik Timur Tengah
Indonesia