Meraih Kedudukan Ahli Puasa dengan Kebaikan Ahlak

Oleh : Sri Astuti, Wartawan Mi’raj News Agency (MINA)

Di dalam hadits disebutkan :

إِنَّ الْمُؤْمِنَ لَيُدْرِكُ بِحُسْنِ خُلُقِهِ دَرَجَةَ الصَّائِمِ الْقَائِمِ

“Sesungguhnya seorang mukmin akan mendapatkan kedudukan ahli puasa dan sholat dengan akhlak baiknya.” (HR. Abu Dawud).

Tidak terasa Bulan Ramadhan telah memasuki 10 hari terakhir, sudah di penghujung dan hampir selesai. Ibadah puasa Ramadhan yang telah kita jalani ini tentu telah banyak memberikan pelajaran dan pendidikan berharga.

Di bulan yang istimewa ini kita banyak belajar bersabar dalam menghadapi permasalahan, tidak mudah marah, bersikap baik kepada tetangga, memiliki sikap empati serta peduli terhadap penderitaan orang lain yang semuanya itu merupakan nilai dan hikmah dari puasa Ramadhan yang dijalankan karena Allah.

Untuk itu, pembinaan akhlak juga sangatlah erat hubungannya dengan Bulan Ramadhan, di mana ibadah yang dilakukan di Bulan ini akan mendongkrak tingkatan akhlak kita kepada tingkat yang lebih baik dan tinggi lagi.

Akhlak terpuji sendiri merupakan hal yang harus dimiliki oleh setiap muslim, karena merupakan identitas seorang muslim bahkan keimanan seorang muslim.  Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :

أكْمَلُ المُؤمِنِينَ إيمَاناً أحْسَنُهُمْ خُلُقاً

“Orang beriman yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik diantara mereka akhlaknya.” (HR Tirmidzi)

Dari sabda Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam di atas menunjukkan bahwa akhlak yang terpuji merupakan satu hal penting yang harus dimiliki oleh setiap muslim, oleh sebab itu hendaknya setiap pribadi yang mengaku dirinya seorang muslim dia memiliki akhlak yang terpuji, yang merupakan simbol atau ikon bagi seorang Muslim.

Puasa sendiri menjadi salah satu sarana untuk kita mampu meningkatkan akhlak karena ia dapat mencegah kita dari sesuatu yang berasal dari ucapan dan perbuatan yang tidak layak, melindungi kita dari tunduk kepada syahwat dan mengikuti hawa nafsu yang selalu mengajak pada kejahatan.

وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ فَلَا يَرْفُثْ وَلَا يَصْخَبْ فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّي امْرُؤٌ صَائِمٌ

“Puasa itu ibarat perisai. Pada saat puasa, janganlah kamu mengucapkan kata-kata kotor, tidak sopan dan tidak enak didengar, dan jangan pula ribut bertengkar. Jika di antara kalian ada yang memaki atau mengajak berkelahi, maka katkanlah, ‘Sesungguhnya aku sedang berpuasa. (HR. Bukhari, Muslim)

Oleh sebab itu melalui bulan Ramadhan diharapkan kita dapat membentuk dan menata akhlak kita agar lebih baik lagi. Karena akhlak yang baik adalah hal terpenting yang harus dimiliki oleh umat Islam sebab akhlak merupakan bentuk riil dari agama Islam yang rahmatan lil alamin, sangat disayangkan jika agama Islam yang rahmatan lil alamin ini tidak diiringi dengan ahlak yang baik dari para pemeluknya. Ahlak yang baik sendiri merupakan tujuan utama dari diutusnya Nabi Muhammad SAW.

 عَنْ أَبِي هُرَيرة قَالَ: قَالَ رسولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّمَا بُعِثتُ لِأُتَمِّمَ صَالِحَ الْأَخْلَاقِ

Dari Abu Hurairah RA berkata : Rasulullah saw bersadda : Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak yang baik. (Ahmad dan ditashih oleh Baihaqi menurut syarat Muslim).

Mari kita jadikan Bulan Ramadhan ini sebagai sarana untuk mendidik diri menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan semoga kita masih diberi kesempatan untuk kembali bertemu Ramdhan di tahun-tahun berikutnya agar kita dapat terus meningkatkan kualitas ahlak kita hingga dicatat oleh Allah sebagai “Ahli Puasa”. Aamiin. (A/R7/RS2).

Mi’raj News Agency (MINA)