Ramadhan, Bulan Diampuninya Dosa-dosa

Oleh : Sri Astuti, Wartawan Mi’raj News Agency (MINA)

Bulan Ramadhan adalah sebaik-baik bulan yang diciptakan oleh Allah sehingga di dalamnya terdapat banyak kelebihan yang tidak akan kita dapati pada masa dan bulan-bulan yang lainnya.

Bulan yang menjadi salah satu bulan mulia bagi umat Islam ini hendaknya dijadikan sebagai kesempatan ajang ajimumpung untuk mendapatkan segala keberkahan.

Mumpung masih Ramadhan kita perbanyak berbuat baik, saling mendoakan saudara kita dan memperbanyak ibadah. Mumpung masih di bulan Ramadhan mari kita perbanyak bersodaqoh, berlomba saling memberi kepada yang membutuhkan. Karena pada bulan Ramadhan kita diberi kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat-lipat atas semua amal yang kita lakukan.

Mumpung masih Ramadhan kita perbanyak ibadah, meluruskan niat karena Allah, karena yang juga menjadi salah satu keistimewaan bulan Ramadhan adalah kesempatan kita untuk mendapatkan ampunan atas dosa dan kesalahan-kesalahan kita yang telah lalu.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang puasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala, akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu’anhu).

Jadi mari kita gunakan kesempatan Ramadhan ini dengan sebaik-baiknya. Jika bukan di bulan Ramadhan kapan lagi kita punya kesempatan untuk mendapatkan pahala yang berlipat dan pengampunan dari Allah.

Qatadah rahimahullah mengatakan,

مَنْ لَمْ يُغْفَرْ لَهُ فِي رَمَضَانَ فَلَنْ يُغْفَرَ لَهُ فِيْمَا سِوَاهُ

“Siapa saja yang tidak diampuni di bulan Ramadhan, maka sungguh di hari lain (di luar Ramadhan), ia pun akan sulit diampuni.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 371)

Adapun beberapa amalan yang bisa kita lakukan untuk melebur dosa di bulan Ramadhan adalah sebagai berikut :

Shalat lima waktu, bertemu dengan hari Jumat dan bertemu dengan Ramadhan

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ وَالْجُمُعَةُ إِلَى الْجُمُعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ

“Antara shalat yang lima waktu, antara jum’at yang satu dan jum’at berikutnya, antara Ramadhan yang satu dan Ramadhan berikutnya, di antara amalan-amalan tersebut akan diampuni dosa-dosa selama seseorang menjauhi dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)

Amalan puasa Ramadhan

فِتْنَةُ الرَّجُلِ فِي أَهْلِهِ وَمَالِهِ وَوَلَدِهِ تُكَفِّرُهَا الصَّلَاةُ وَالصِّيَامُ وَالصَّدَقَةُ وَالْأَمْرُ بِالْمَعْرُوفِ وَالنَّهْيُ عَنْ الْمُنْكَرِ

“Keluarga, harta, dan anak dapat menjerumuskan seseorang dalam maksiat (fitnah). Namun fitnah itu akan terhapus dengan shalat, shaum, shadaqah, amar ma’ruf (mengajak pada kebaikan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Qiyam Ramadhan (shalat Tarawih)

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadhan (shalat tarawih) karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Menghidupkan shalat malam pada Lailatul Qadar

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa melaksanakan shalat pada lailatul qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari)

Zakat fitrah

Dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata,

فَرَضَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- زَكَاةَ الْفِطْرِ طُهْرَةً لِلصَّائِمِ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ وَطُعْمَةً لِلْمَسَاكِينِ مَنْ أَدَّاهَا قَبْلَ

الصَّلاَةِ فَهِىَ زَكَاةٌ مَقْبُولَةٌ وَمَنْ أَدَّاهَا بَعْدَ الصَّلاَةِ فَهِىَ صَدَقَةٌ مِنَ الصَّدَقَاتِ.

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari kata-kata yang sia-sia dan kata-kata keji, dan juga untuk memberi makan pada orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum shalat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah shalat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah.” (HR. Abu Daud dan Ibnu Majah).

Ibadah lainya yang dapat kita lakukan adalah Memberi iftor (makanan untuk berbuka) kepada orang yang berpuasa.Rasulullah bersabda:

“Barangsiapa yang di dalamnya (bulan Ramadhan) memberi iftor kepada orang berpuasa, niscaya hal itu menjadi sebab) ampunan dari dosa-dosanya, dan pembebasan dirinya dari api Neraka.” (HR. Ibnu Khuzaimah, Al-Baihaqi dan lainnya).

Beristighfar. Meminta ampunan serta berdo’a ketika dalam keadaan puasa, berbuka dan ketika makan sahur.

Dan dalam sebuah hadis disebutkan: “Ada tiga macam orang yang tidak ditolak do’anya. Di antaranya disebutkan, orang yang berpuasa hingga ia berbuka” (HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasaa’i dan Ibnu Majah).

Janganlah kita menjadi manusia yang rugi dan celaka seperti yang nabi kita pernah aminkan ketika baginda mendengar Malaikat Jibril menyebutkan, “Celaka lah umatmu Muhammad apabila masuk dirinya di bulan Ramadhan dalam keadaan tidak baik dan keluar dirinya dari bulan Ramadhan juga dalam keadaan tidak baik.”

Dengan banyaknya ampunan di bulan Ramadhan, seharusnya setiap yang keluar dari bulan Ramadhan keadaannya sebagaimana disebutkan oleh Muwarriq Al-‘Ijliy,

يَرْجِعُ هَذَا اليَوْمَ قَوْمٌ كَمَا وَلدَتْهُمْ أُمَّهَاتُهُمْ

“Hari ini kembali suatu kaum sebagaimana mereka baru dilahirkan oleh ibu-ibu mereka.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 366). Artinya, mereka kembali bersih dari dosa.

Sungguh sangat disayangkan jika keluar dari bulan Ramadhan tidak membawa ampunan apa-apa.

Ibnu Rajab Al-Hambali rahimahullah mengatakan,

فَلَمَّا كَثُرَتْ أَسْبَابُ المغْفِرَةِ فِي رَمَضَانَ كَانَ الَّذِي تَفُوْتُهُ المغْفِرَةُ فِيْهِ مَحْرُوْمًا غَايَةَ الحِرْمَانِ

“Tatkala semakin banyak sebab mendapatkan pengampunan dosa di bulan Ramadhan, maka siapa saja yang tidak mendapatkan pengampunan tersebut, sungguh dia benar-benar telah bernasib buruk.” (Lathaif Al-Ma’arif, hlm. 371)

Semoga kita semua dapat memanfaatkan bulan Ramadhan ini untuk mendapatkan ampunan dari Allah. (A/R7/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)