Kairo, MINA – Pemerintah Mesir membangun tembok beton setinggi enam meter yang mengelilingi kota wisata Sharm El-Sheikh untuk melindungi wisatawan asing dari ancaman keamanan yang meningkat, suatu langkah yang dikritik sebagai kontra-produktif dan tidak perlu.
Pembangunan tembok itu dilaporkan surat kabar The Guardian, berdasarkan gambar dan video dinding dilihat penduduk setempat.
Proyek ini tampaknya merupakan rencana 2005 yang sempat dibatalkan, demikian The New Arab melaporkan pada Rabu (20/2) yang dikutip MINA.
Meskipun ada penolakan atas kebenaran pembangunan tembok itu 0leh pejabat lokal yang diwawancarai surat kabar tersebut, warga Mesir dan ekspatriat mengkonfirmasi pembangunan tembok tersebut.
Baca Juga: Pesawat Kargo Kenya Kecelakaan di Somalia, Seluruh Awak Tewas
“Ini bukan dinding, siapa yang bilang itu dinding? Kami tidak punya dinding,” kata Panglima Militer setempat, Mayor Jenderal Khaled Fouda.
Tampak meminjam ucapan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengatakan ingin membangun “tembok yang indah” di perbatasan Meksiko.
Fouda mengatakan, proyek itu bukan serangkaian “penghalang” tapi “pagar” dengan “empat pintu yang sangat indah “untuk mengakses Sharm El-Sheikh.
Sejumlah penduduk Mesir mengatakan kemarahannya kepada surat kabar The Guardian bahwa mereka telah melihat kamera pengintai canggih dan pos-pos pemeriksaan dibangun di sepanjang rute yang direncanakan pembangunan tembok itu. (T/Gun/P1)
Baca Juga: Afrika Selatan Sesalkan Pengusiran Utusannya dari AS
Mi’raj News Agency (MINA)